BAGIKAN

KOTAMOBAGU- Binarundak (Lemang) biasanya hanya bisa dinikamti di perayaan hari besar keagamaan atau acara khusus.

Tapi kini warga Kotamobagu tak perlu susah-susah mencari jika ingin menikamti penganan berbahan dasar beras ketan ini, karena di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, kini sudah tersedia setiap hari.

Adalah Friska Mahkia Bambuena yang melihat peluang bisnis ini. Ika –sapaan akrabnya- awalnya hanya coba-coba.

Belum lama ini dia dan suaminya Yeyen Sugeha membuat Binarundak untuk disajikan kepada anggota arisan keluarga. Namun rupanya itulah awal dia membulatkan tekad berbisnis ini.

“Menurut mereka rasanya enak. Kemudian saat itu muncul pertanyaan mereka kenapa tidak dijadikan bisnis saja,” ungkap Ika didampingi suaminya di kediaman mereka di Kelurahan Upai, Jumat (27/9/2019), kemarin.

Keesokan harinya, dibantu suaminya, dia memulai membuat Binarundak dan langsung memasarkannya di media sosial.

Kalau rejeki tak akan ke mana. Pepatah tua ini rupanya cukup menggambarkan secara umum hasil yang dia dapat dari usaha yang mulanya coba-coba tersebut. Bak gayung bersambut, perimntaan saban hari makin banyak. Bahkan kerap kali dia tak mampu memenuhi semua permintaan.

“Alhamdulillah, orderannya mulai banyak. Untuk hari ini saja, saya dan suami membuat Binarundak sebanyak 30 ruas bambu dan itu tidak cukup.  Harus ditambah karena ada tambahan pesanan dari pembeli,” tuturnya.

Untuk harga satu ruas Binarundak, Ika, membanderol dengan harga Rp25 ribu. Soal rasa, dia mengaku senang karena semua yang sudah membeli memuji cira rasa Binarundak buatannya.

Jika mau memesan, bisa menelepon di 081346704344 atau 082187268380. Binarundak yang dia produksi pun kini sudah dilabeli ‘Binarundak Mama Nizam’.

“Sebagai servis kepada pelanggan, kami juga menyediakan jasa pesan antar,”