Foto bersama pada acara Celebration sekaligus penutupan program Nature Connect di Desa Toruakat.

BOLMONG – Nature Connect adalah program yang dijalankan oleh Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI) sebagai salah satu upaya organisasi ini untuk menjaga kelestarian alam. Program yang disponsori oleh Wildlife Reserves Singapore Group ini telah berlangsung selama setahun, dan dimulai pada bulan Maret 2019 lalu.

Dalam menjalankan program ini, YSYI memilih sepuluh keluarga (ayah, ibu dan anak) asal Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara,  untuk diberikan materi tentang lingkungan, bagaimana menghargai alam, dan bagaimana sesama anggota keluarga melindungi alam, sehingga keluarga tersebut memiliki kepedulian tinggi terhadap alam. Warga Desa Toruakat dipilih karena desa tersebut merupakan salah satu wilayah penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Ketua YSYI, Yunita Siwi menjelaskan, sepuluh keluarga tersebut dibimbing sehari penuh pada setiap bulan selama setahun. Menurut Yunita, lokasi dimana mereka dilatih juga berpindah-pindah daerah yang ada di Sulawesi Utara.

“Kami mengharapkan program ini dapat menjadi contoh bagi keluarga lain yang ada di Desa Toruakat khususnya, dan semua keluarga di Kabupaten Bolaang Mongondow pada umumnya,” katanya pada celebration sekaligus penutupan program Nature Connect di Balai Desa Toruakat, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Tak hanya itu, kata Yunita, di Sulut, kawasan TNBNW di wilayah Bolmong adalah yang terluas, sehingga keberadaan program ini juga dimaksudkan untuk menekan ancaman lingkungan serta habitat yang ada di kawasan.  

Celebration sekaligus penutupan program Nature Connect turut menghadirkan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Bolmong, pemerintah kecamatan dan masyarakat Desa Toruakat termasuk kesepuluh keluarga.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya Beracun DLH Bolmong Deasy Ferawati Makalalag mengatakan, penetapan kebijakan dan pelaksanaan konservasi, pemanfaatan berkelanjutan dan pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati merupupakan salah satu Tupoksi dari DLH.

“Kegiatan ini sangat bagus. Karena, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Sehingga dari hal-hal terkecil akan menjadi kebiasaan untuk melakukan kebaikan terhadap alam,” ucap Deasy.

Ia membeberkan, Bolmong merupakan kabupaten terluas di Sulut. Kurang lebih sekitar 20,73 persen dari total luas Sulut. Sementara, katanya, luasan TNBNW kurang lebih seluas 44,3 persen dari total wilayah Bolmong.

“Artinya, TNBNW merupakan paru-paru Sulut. Sehingga menjadi kewajiban kita untuk tetap menjaganya. Terlebih, Desa Toruakat merupakan penyangga Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,” jelasnya.

Diketahui, Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia merupakan organisasi yang bekerja dibidang penelitian, konservasi dan pendidikan yang berfokus pada spesies kera hitam karismatik yang dikenal sebagai Yaki atau Macaca nigra. YSYI merupakan bagian dari Wildlife Reserves Singapore Group bersama dengan Disney Conservation Fund, WAZA (World Association of Zoos and Aquariums), Jurong BIRD PARK, Night Safari, Rivers Safari, Singapore Zoo, Wild Planet Trust, Lestari Consultancy.

Didirikankan pada 2007 oleh Wildlife Planet Trust di Inggris dan Institut Pasifik di Indonesia, Selamatkan Yaki berfokus pada pelestarian populasi yaki yang berkelanjutan di seluruh wilayahnya, sehingga melestarikan keanekaragaman hayati simpatrikal. Bekerja sama dengan mitra baik di lapangan maupun di luar negeri telah mengarah pada identifikasi ancaman yang dihadapi populasi Macaca Nigra saat ini. Hasil dari upaya kolaboratif ini sangat penting untuk menghasilkan rencana tindakan spesies, strategi berbasis bukti untuk konservasi spesies dan yang menjadi dasar semua strategi jangka panjang kami. Program holistik organisasi ini meliputi penelitian, pendidikan, pengelolaan kawasan lindung, dan pembangunan berkelanjutan termasuk pendekatan mata pencaharian berkelanjutan.

Editor: Rahmat Putra