BAGIKAN

KOTAMOBAGU – Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Kotamobagu, Silvian Pontoh, mengatakan Anggaran Rekonstruksi dan Rehabilitasi pasca Bencana yang diusulkan Pemerintah Kota Kotamobagu pada 2017 lalu masih menunggu tindak lanjut BNPB Pusat.

“Usulan itu sudah di verifikasi tim BNPB Pusat dan BPBD Provinsi, anggarannya Rp 47.270.000.000,” ujarnya.

Anggaran tersebut, diungkapkan Pontoh, sudah ditindak lanjut oleh BNPB dan seharusnya sudah masuk MoU tahun 2018 lalu, akan tetapi tiba-tiba terjadi bencana di Lombok dan Palu jadi dana hibah untuk Rekonstruksi dan Rehabilitasi semua dialihkan kesana pasca bencana.

Bulan lalu saya sempat di hubungi oleh Kasubid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB pak Gunawan, kemungkinan kotamobagu berikutnya, dan kita sudah berkoordinasi dengan BPBD Bolmong karena di Bolmong Raya (BMR) yang sudah diverifikasi oleh BNPB Kotamobagu, Bolmong dan Boltim,” imbuh Pontoh.

“Alhamdulillah ada sambutan baik dari BNPB,” ujarnya melanjutkan.

Namun kata Pontoh, bedanya jika tahun lalu PPK untuk dana hibah ini khusus yang memegang kegiatan dari BNPB, tetapi tahun ini PPK nya sudah di Kementerian Perimbangan Keuangan, “Jadi ada pembagian tugas,” katanya.

Lebih lanjut Pontoh menuturkan, sesuai Informasi seharusnya hari Selasa lalu mereka (BNPB) akan bertemu dengan Wali Kota untuk tindak lanjut usulan tersebut. Dimana Pertemuan ini untuk memaksimalkan berapa jumlah anggaran yang akan digelontarkan oleh BNPB.

“Menurut Informasi juga akan ada penandatanganan MoU pada akhir Juli nanti,” sebutnya.

“Kita sudah menghubungi lagi ke pihak pak Gunawan, kebetulan hari ini pak Gunawan harus ke Palembang dan beliau memberikan signal sampai hari rabu di Palembang, hari Kamis depan mereka akan menunggu Ibu Wali Kota di BNPB,” ujar Pontoh menambahkan.