BAGIKAN

HUKRIM– Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, menggelar sidang kasus penggelapan motor milik PT Federal International Finance (FIF), atas terdakwa DH alias Dedi, 32, warga Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, Rabu (25/7/2018).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Marianty Lesar SH, membacakan surat dakwaan yang menjelaskan jika saksi Mikel pada saat itu mengunjungi rumah terdakwa dengan tujuan untuk melakukan penagihan angsuran kendaraan selama dua bulan menunggak atau tidak dibayarkan oleh terdakwa.

Namun, saat saksi berada di rumah terdakwa, saksi mendapati kendaraan roda dua jenis Honda Scoopy berwarna merah putih, dengan nomor polisi (Nopol) DB 2716 KM, telah dijual oleh terdakwa tanpa sepengetahuan pihak FIF.

“Saat itu saksi atas nama Mikel langsung menanyakan keberadaan kendaraan kepada terdakwa. Namun terdakwa mengaku telah menjual kendaraan tersebut senilai Tiga Juta Rupiah kepada salah satu warga Desa Bongkudai, Kabupaten Bolmong,”  kata Marianty, kepada Portal Mongondow, Rabu (12/9/2018).

Lanjut Marianty, saksi ketika mendengar hal tersebut langsung mencari warga yang membeli kendaraan kepada terdakwa. Namun saat dicari ternyata nama Fendi yang disebut terdakwa warga Bongkudai tidak ada,” ujarnya.

Lebih lanjut Marianty mengungkapkan, akibat dari hal tersebut,  pihak PT FIF mengalami kerugian materil sebesar Rp29.736.000, sehingga melaporkan terdakwa ke pihak Kepolisian.

“Akibat dari perbuatannya, terdakwa diancam dengan pasal 23 ayat 2 undang-undang, RI, nomor 42 tahun 1999, tentang jaminan fidusia,” ujarnya.

Setelah dilakukan sidang tuntutan pada 1 Agustus lalu, terdakwa Dedi dinyatakan bersalah dan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (Satu) tahun dan 6 (Enam) bulan.

Kepala Penanganan Kredit Bermasalah, Ishak Purwanto, membeberkan pihak PT FIF telah meminta mediasi dan itikad baik agar kendaraan tersebut dibayarkan atau dikembalikan oleh terdakwa.

Akan tetapi, beberapa kali panggilan pemeriksaan, terdakwa tidak mengindahkan panggilan tersebut.

“Berdasarkan salinan putusan dari PN Kotamobagu, terdakwa telah diputus bersalah dan harus menjalani hukuman penjara,” ujarnya.

“Kami sebenarnya sudah beritikad baik agar tidak sampai ke persidangan. Namun yang bersangkutan (terdakwa red)  tidak menanggapi panggilan mediasi itu. Sehingha sebagai warga negara Indonesia, kasus ini kami bawa ke meja persidangan sehingga bisa diselesaikan dengan jalur hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Berikut barang bukti yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu.

* Dua lembar sertifikat fidusia dan surat pendaftaran jaminan fidusia.

* Satu buah buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB)

*Satu lembar jadwal angsuran

* Satu lembar informasi pokok

* Dua lembar surat persetujuan suami dan isteri

* Satu lembar formulir permohonan pembiayaan individu

* Satu lembar perjanjian pembiayaan konsumen

* Satu lembar surat kuasa pembebanan jaminan fidusia

* Satu lembar surat pernyataan sudah menjual unit dari konsumen

* Tiga lembar copyan surat peringatan/somasi

* Satu lembar surat persetujuan pembiayaan sepeda motor

* Satu kertas kerja kredit analisis koordinator