BAGIKAN

Hukrim – Polres Kotamobagu, Selasa (31/12/2019) menggelar apel konsolidasi pengamanan malam pergantian tahun. Apel gabungan yang dilaksanakan dilapangan Bokihotinimbang Kotamobagu tersebut merupakan apel gabungan yang terdiri dari personil Polres Kotamobagu, PM, TNI, Brimob, Dishub, Pol-PP,  Damkar,  Basarnas,  Pramuka dan FKPPI.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK. Turut hadir juga, Dandim 1303 Letkol Inf Sigit Dwi Cahyono S.Sos, ketua Pengadilan Negri kotamobagu Warsito SH, MH dan para kasat-kasat Polres Kotamobagu.

Kapolres dalam sambutanya Mengatakan, pelaksanaan untuk ketentuan pengamanan masing-masing personil sudah dibagi oleh kabag ops. “Nantinya, apa yang telah disampaikan oleh kabag ops itu dapat menjadi pedoman dan dilaksanakan sebagai mana tujuan dalam pengamanan. Seperti apa yang telah saya sampaikan,” ujar Kapolres.

Menurutnya, pelaksanaan pengamanan kegiatan-kegiatan perayaan malam tahun baru ini, diharapkan sudah dapat mengantisipasi hal-hal yang kemungkinan terjadinya pengumpulan massa yang berlebihan.

“Setiap anggota tentunya bisa mengamati mana orang-orang yang kiranya akan mengganggu ketertiban umum, itu yang perlu diantisipasi” tegas AKBP Prasetya Sejati SIK.

Para anggota juga kata Kapolres, untuk dapat mengantisipasi barang barang mencurigakan serta membahayakan. “Menyangkut barang yang mencurigakan ini, kita bisa lihat dan amati dengan tehnik filling barang apa yang bisa membayahakan para pengguna jalan, pengunjung dan para masyarakat yang akan melakukan malam pergantian tahun,” ujar Kapolres.

Tak hanya itu Kapolres juga memerintahkan para anggota, agar melihat petasan yang bunyinya bisa mengganggu ketertiban umum. Jika didapati langsung diamankan dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelum menutup apel Kapolres mengingatkan kepada anggotanya, jika menemukan orang yang sudah dalam keadaan pengaruh minuman keras yang berada dikeruman massa yang sedang melakukan malam pergantian tahun, agar langsung di antisipasi.

“Setiap anggota tentunya bisa mengamati mana orang-orang yang kira akan mengganggu ketertiban umum, itu yang perlu diantisipasi” tegas Prasetya.