KOTAMOBAGU- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa mengelar sosialisasi pemanfaatan pengunaan aplikasi Desa Melawan Corona dan Aplikasi Development Worker, kemarin.

Pengunaan tersebut mendukung konvergensi Stunting di Kotamobagu melalui pendataan berbasis sistem informasi yang terintegrasi dengan data – data dari SKPD.

Kepala Dinas PMD Usmar Mamonto mengatakan, saat ini masalah stunting masih menjadi perhatian serius dari pemerintah Indonesia. Dimana, stunting masih menjadi pembicaraan tingkat nasional oleh para pemangku kepentingan.

“Isu stunting ini menjadi isu nasional,” kata Usmar.

Menurutnya, melalui aplikasi stunting, Pemerintah bisa melakukan kontrol penuh terhadap Desa-desa di Kotamobagu dalam hal penanganan stunting.

“Ketika ada penyusunan program-program yang terkait dengan itu. Terutama dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan, PP dan KB, ketahanan pangan itu sangat bersentuhan. Lewat aplikasi ini mereka bisa mengetahui seperti apa penanganan stunting terutama yang ada di Desa-desa,” jelasnya.

“Aplikasi ini lebih memudahkan untuk mengetahui perkembangan bagaimana desa itu menangani masalah stunting,” pungkasnya.