BAGIKAN

KOTAMOBAGU— Penunjukkan Anki Taurina Mokoginta, sebagai Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotamobagu memiliki dasar yang cukup kuat. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Walikota Kotamobagu, Tatong Bara, dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan pejabat eselon II, III dan IV, beberapa waktu lalu.

“Saya mau, seluruh pemberdayaan masyarakat yang ditangani oleh TP-PKK, harus juga difokuskan untuk pengembangan pariwisata di daerah kita ini. Lebih dari itu, dengan latar berlakang dari Dinas Pekerjaan Umum juga Perumahan Rakyat, harus ada terobosan untuk membangun infrastruktur pariwisata di daerah Kotamobagu ini. Saya yakin, Mama Kinan mampu mewujudkan itu, sehingga Dinas Pariwisata bisa lebih maju kedepan,” ungkap Tatong.

Tatong mengakui kalau tugas Anki Taurina Mokoginta, cukup berat kedepan, dengan sejumlah tanggung jawab yang harus diemban oleh dirinya, yakni sebagai Ketua TP PKK, Kepala Dinas Pariwisata, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kotamobagu.

“Dekranasda memiliki hubungan erat dengan pengembangan pariwisata daerah, sehingganya saya yakin beliau akan mampu mensinergiskan program Dekranasda dengan sektor pariwisata di daerah kita,” ungkapnya.

Selain itu, proses penempatan jabatan telah melalui kajian matang. Dimana, dalam pemilihan seluruh pejabat, cukup menguras waktu sepanjang sekira 48 jam penuh, untuk bisa menempatkan orang yang tepat di seluruh jabatan yang dilantik kemarin.

“Saya dan pak wakil walikota bersama tim Baperjakat menggodok ini selama 2 malam penuh. Bahkan, kami harus pulang pukul 03.00 WITA dini hari, sebelum akhirnya menuntaskan dan melantik para pejabat ini,” tuturnya.

Dirinya juga menegaskan kalau penempatan pejabat yang dilakukan, tidak melihat secara subjektif personal, namun lebih mengarah kepada rekam jejak dari mereka yang akan menempati jabatan yang diberikan.

“Saya mengingatkan hari ini sudah terseleksi dengan baik, mereka-mereka yang mampu. Ketika saya menentukan jabatan-jabatan ini, beberapa personal diperebutkan, dan ternyata hanya terputar pada mereka yang hari ini dilantik. Ada satu contoh yang ingin saya sampaikan, ketika ada salah satu pejabat yang sudah menjadi sekretaris di jabatan tersebut, dia tidak memanfaatkan peluangnya, dengan tidak menunjukkan kemampuan dan konsolidasi yang baik, akhirnya tidak ada satu pegawai pun yang meminta dirinya ketika ada jabatan yang kosong. Makanya, saya tegaskan kembali, kalau para pejabat yang sudah dilantik, tunjukkanlah performa dan intergitas serta kinerja terbaik dalam jabatan yang diberikan tersebut,” pungkasnya.