BAGIKAN

KOTAMOBAGU- Sablon kaos saat ini telah menjelma menjadi salah satu peluang usaha rumahan yang sangat menjanjikan, selain modal yang dibutuhkan terbilang kecil, namun keuntungan yang diperoleh dari usaha yang satu ini cukup signifikan.

Apalagi kebutuhan fashion di arus globalisasi ini sangatlah besar. Tak heran, banyak masyarakat dari berbagai kalangan lebih memilih sablon kaos dibandingkan dengan membeli kaos yang sudah tersedia di pertokoan.

Di Kotamobagu, usaha sablon manual hingga menggunakan sistem digital ternyata sudah mulai berkembang. Melihat kebutuhan fashion dengan tren yang kekinian, tak sedikit masyarakat yang memanfatakan peluang ini sebagai lahan bisnis yang menjanjikan.

Seperti di R’ Media. Rumah sablon kaos digital yang berlokasi di Jalan Paloko Kinalang, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur ini, adalah salah satu usah rumahan yang banyak dipilih masyarakat sebagai tempat sablon kaos yang bisa mengikuti keinginan dan kebutuhan fashion mereka.

Meski baru dibuka pada pertengahan bulan Juli 2019 lalu, Senja Media sudah melayani ribuan pesanan sablon kaos dengan berbagai desain yang disesuaikan dengan keinginan konsumen.

Dengan harga yang terjangkau, ditopang dengan kwalitas kaos, bahan cetakan, peralatan yang canggih, hingga desainer yang profesional,mampu menarik minat masyarakat di Kotamobagu memilih R’ Media sebagai solusi fashion dengan desain suka-suka.

“Pada dasarnya usaha sablon ini sangat berhubungan erat dengan usaha konveksi, nah, kami melihat kebutuhan masyarakat di dunia fashion cukup besar sehingga kami berusaha membuka peluang bisnis sablon kaos digital di Kotamobagu,” ujar Owner R’ Media, Orin Lolombulan.

Untuk menjalankan usaha sablon kaos digital lanjut perempuan kelahiran Kotamobagu, 12 Oktober 1992 ini, target pangsa pasarnya lebih mengarah kepada masyarakat umum khusus nya remaja ataupun lembaga pemerintah dan swasta yang membutuhkan label untuk kaos mereka.

“Sebenarnya target usaha sablon ini memiliki konsumen yang tidak terbatas. Namun didominasi oleh kaum milenial. Tapi juga kalangan dewasa memilih sablon dari pada beli kaos jadi di toko,” ujarnya.

Sementara itu, menejer R’ Media, Uthu Soetadji mengatakan, dalam sehari dirinya menerima orderan hingga 100 kaos.

“Kadang di bawah 100 lembar kaos, ada juga lebih dari itu. Tidak menentu, tapi sudah melebihi dari omzet yang kita targetkan. Lumayan lah, baru sebulan dibuka sudah bisa balik modal,” kata pria berkepla plontos ini.

Meski demikian lanjut musisi sekaligus layouter pada media cetak ini, ada sejumlah kendala yang kerap kali dialami R’ Media. Mulai dari kehabisan kaos, permintaan desain yang cukup rumit, hingga kerusakan peralatan.

“Hingga saat ini, kendalanya sih cuman desian aja. Karena desinnya ditentukan oleh konsumen. Tapi bukan tidak bisa dilayani tapi mungkin memakan waktu yang lebih lama, dibandingkan dengan desain yang sederhana, itu hanya dikerjakan hanya dengan menghitung jam saja. Kalau desain rumit, yah, bisa sampai sehari dibikinnya,” tukasnya.

“Intinya kami mengutamakan kepuasan konsumen. Hanya dengan Rp120 ribu, sudah bisa mencetak kaos dengan desain yang disukai dan kwalitas top punya,” tutupnya.