BAGIKAN

KOTAMOBAGU- Penerapan New Normal di beberapa Provinsi di Indonesia mengakibatkan perjalanan keluar masuk daerah terhambat akibat persyaratan Rapid Test terutama bagi mahasiswa yang akan melakukan studi di luar daerah.

Sementara, pelayanan Rapid Tes bagi mahasiswa atau masyarakat umum secara kolektif tidak berlaku di Kotamobagu.

Mahasiswa pun dilema dikarenakan biaya rapid tes yang begitu mahal di lembaga kesehatan.

Hal ini pun dikeluhkan. Sejumlah mahasiswa yang keluarganya memiliki ekonomi menengah kebawah meminta perhatian dan kebijakan dari pemerintah, agar nasib pendidikan mereka tidak pupus di tengah jalan.

“Yang menjadi permasalahannya bagi mahasiswa yang studinya di luar daerah adalah pengurusan surat berbadan sehat, surat jalan dan sekarang ditambah lagi dengan surat keterangan telah melakukan rapid test. Sebenarnya hal itu sangat baik bagi mahasiswa, namun, untuk biaya rapid tes terlalu membebani, ditambah biaya untuk transportasi yang kian naik di masa Pandemi COVID-19 ini,” keluh Ketua Umum PP FPMIK, Hutomo Putra mokoginta,S.Pd, kepada Portalmongondow.com.

PP FPMIK berharap, Pemerintah Kotamobagu dapat memberikan kebijakan dan keringanan bagi mahasiswa asal Kotamobagu yang melaksanakan studi di luar daerah.

“Kami berharap dan memohon agar pemerintah Kota Kotamobagu kiranya menghilangkan biaya pengurusan surat rapid test bagi mahasiswa yang berasal dari kotamobagu, atau surat-surat lainnya yang masih di pungut biaya, demi kami generasi penerus yang harus menimba ilmu di luar daerah untuk Kotamobagu sendiri,” ucapnya Penuh Harap.