BAGIKAN

KOTAMOBAGU – Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, membuat Krayon, Band beraliran Pop Rock Alternative asal Kotamobagu dengan formasi terbarunya, memilih untuk menetapkan ‘Bintang di Hatiku (Dearest Mom)’ sebagai single perdana yang dirilis Minggu, 15 Desember 2019.

Single ‘Bintang di Hatiku’ itu sendiri, diakui masing-masing personil Krayon yang terdiri dari Udi Masloman (Vocal), Am Potabuga (Bass), Enzhu Paputungan (Guitar), Fhit Dettu (Drummer) dan Indra Umbola (Rhythm Guitar) merupakan salah satu lagu terfavorit dari sekian lagu yang mereka punya.

“Dan momennya tepat menjelang Hari Ibu, makanya kami sepakat memilih lagu ini sebagai single pertama,” ucap Fhit sang penggebuk drum.

Single itu sendiri memiliki cerita sendiri bagi sang gitaris Enzhu, yang saat proses aransemen dipergoki personil lainnya meneteskan air mata saking menghayati setiap liriknya. “Wajarlah, saya kan rocker tapi anak Mami. Selera metal hati esmeralda, paham kamu Fergusso?” canda Enzhu dengan mata berkaca-kaca.

Proses di balik penulisan single, diungkapkan Udi yang berperan sebagai vokalis sekaligus penulis lagu tersebut, merupakan salah satu lagu yang paling sulit dalam pemilihan lirik dan sangat menguras emosi serta pikiran.

“Lagu ini ditulis tahun 2012 saat masih merantau di Jakarta, pas lagi kangen-kangennya sama Mama. Mau ultah kan Mama waktu itu, dan keadaan lagi bokek. Gak punya duit tapi pengen ngasih kado yang spesial, jadilah lagu ini,” tutur Udi.

Meski proses penyelesaiannya tergolong singkat, Udi mengakui lagu tersebut adalah lagu yang paling membuatnya pusing karena berapa kali mengalami pergantian lirik.

“Iyalah, udah nulis lirik tapi pas dipikir-pikir kurang cocok. Hapus-mikir-nemu-ganti, hapus-mikir-nemu-ganti, gitu terus setiap hari selama hampir dua minggu. Tapi pada akhirnya nyadar, bahwa memang kasih sayang seorang Ibu itu gak bisa dituliskan lewat kata-kata. Yaudahlah, fix ini aja gak diganti lagi,” imbuh Udi.

Mengenai harapan dengan dirilisnya single tersebut, para personil Krayon mengaku, fokus utama mereka adalah berkarya.

“Tentu saja kita berharap, karya kita bisa diterima oleh khalayak musik di Sulawesi Utara, dan Bolmong Raya khususnya, bahkan Nasional kalo bisa. Tapi yang terutama kami ingin berkarya, dan insya Allah bisa menjadi bagian dari pelopor anak daerah untuk berani bersaing dalam hal yang positif,” kata Am.

Pernyataan itu diamini oleh Udi yang menambahkan, bahwa berada di daerah bukan berarti tak bisa berbuat apa-apa dan hanya menjadi penonton saja.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kita di daerah juga bisa membuat karya, bahwa keterbatasan bukanlah halangan. Dan tentunya besar harapan agar kita yang ada di daerah untuk bisa saling mendukung, bukan saling menjatuhkan,” pinta Udi.

Udi pun menantang anak-anak muda yang ada di daerah untuk mulai berani menunjukkan karya dan menjauhi hal-hal yang negatif.

“Saya yakin banyak anak daerah yang punya karya tak kalah dengan yang ada di luar sana, tapi mungkin belum percaya diri. Jangan takut dihina karena memiliki karya, takutlah jika karya kalian hanya disimpan sendiri dan pada akhirnya menjadi penyesalan di masa depan. Jauhi hal-hal negatif dan fokus untuk berkarya, mari bersama kita tunjukkan Bolmong Raya bisa,” tegas Udi.

Sedangkan untuk Single itu sendiri, dijelaskan Indra, untuk sementara bisa didengarkan lewat YouTube ‘Krayon Indonesia (klik di sini).’

“Untuk sementara masih YouTube dulu, layanan streaming musik lainnya insya Allah segera menyusul,” kata Indra.

Ucapan terimakasih pun tak lupa disampaikan para personil Krayon atas dukungan dari para sahabat yang senantiasa mendukung mereka untuk terus berkarya.

Terinformasi, Krayon bukanlah band baru di kancah permusikan lokal Sulawesi Utara. Bahkan band yang terbentuk sejak Tahun 2005 itu, pernah tercatat sebagai peringkat ke 3 Most Viewed dalam ajang kompetisi band Nasional yang diselenggarakan salah satu brand rokok ternama tanah air.