BAGIKAN

KOTAMOBAGU – Desa Tabang Kecamatan Kotamobagu Selatan,  ternyata selain memiliki situs sejarah makam Bogani, juga memiliki sumber mata air yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata.

Masyarakat Tabang menyebutnya dengan mata air abadi “Kotagatan”.

Dari cerita turun temurun mata air abadi ini telah ada sebelum desa Tabang berdiri.  Hanya saja kapan persisnya ditemukan belum dapat dipastikan.

Menariknya lagi, mata air ini tidak pernah kering meskipun saat kemarau. Hingga kini sumber mata air tersebut masih terus dimanfaatkan masyarakat desa Tabang dan sekitarnya.

Dari cerita Sangadi (Kepala desa) Tabang, Frits Junius Dilapanga, beberapa puluh tahun lalu pernah terjadi kemarau sehingga mengharuskan masyarakat Passi datang mengambil air dari Kotagatan ini.

“Pernah terjadi kemarau di wilayah Bolmong waktu itu. Masyarakat dari Passi datang mengambil air disini,” terangnya.

Junius juga mengungkapkan, kemarau pernah terjadi beberapa tahun lalu di Kotamobagu, namun tidak berpengaruh pada sumber mata air.

Menyadari desanya memilik potensi SDA, Junius selaku Sangadi (kepala desa) dengan memanfaatkan Dana Desa, merawat dan menjadikan mata air Kotagatan sebagai salah satu destinasi wisata desa.

“Saat ini mata air Kotagatan jadi salah satu tempat wisata desa. Kita buat jalan masuk, supaya mempermudah pengunjung, baik warga desa atau dari luar desa Tabang,” ujar Junius.

“Alhamdulilah, Dengan adanya Dandes ini kami bersyukur, bisa mengangkat potensi yang ada di desa,” ucapnya.