BAGIKAN

KOTAMOBAGU – Sejumlah tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu dikarantina.

Mereka diisolasi selama 14 hari dengan prosedur Covid-19, pasca kontak dengan satu pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), asal Desa Mopuya, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolmong, setalah sempat dirawat di RSUD Pobundayan Kotamobagu dan dirujuk ke RSUP Kandow Manado.

Direktur RSUD Kotamobagu, dr Diana Sandra Pontoh mengatakan, tenaga medis yang sempat kontak dengan pasien tersebut telah dilakukan protokol Covid.

“Yang sempat kontak dengan pasien tersebut langsung kami lakukan protokol Covid. Tak hanya itu, bagi petugas yang ada pada hari kedatangan pasien tersebut juga akan diberlakukan protokol Covid. Semua akan di isolasi mandiri selama 14 hari,” ungkap Sandra.

Ia menjelaskan, pasien asal Mopuya tersebut, dirujukan dari Klinik Medika Jaya Mopuya ke RSUD Pobunyaan tanggal 8 April 2020. Dan dirujuk lagi ke RSUP Kandouw Manado dan meninggal dunia pada Jumat (10/4/20). Jasad pasien akan dimakamkan di Mopuya, dengan protokol Covid-19.

“Jadi pasien itu dari salah satu Klinik di Mopuya, yang bersangkutan masuk pada hari Rabu 8 April 2020, jam 11.20 di IGD RSUD Kotamobagu, dengan kondisi diagnosa ada luka diabet ditambah suspect gagal ginjal kronis. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium hasilnya memang gagal ginjal kronis, kemudian dilaporkan ke dokter penanggung jawab pelayanan, atas advis dokter disarankan untuk dirujuk ke RSUP Kandouw, sehingga pasien dirujuk pada pukul 16.30 wita, jadi ada sekitar 5 jam di IGD,” terang Sandra.

Meski demikian lanjut Sandra, pihaknya belum bisa memastikan pasien ini positif covid-19, karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Nanti setelah di rujuk di RSUP Kandouw, baru kita menerima informasi kalau yang bersangkutan berstatus PDP, setelah meninggal baru dilakukan pemeriksaan SWAB, jadi kita masih menunggu hasil pemeriksaannya,” ujar Sandra.