KOTAMOBAGU- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kotamobagu, memberikan apresiasi bagi Polri dan TNI yang mampu menangani aksi unjuk rasa dengan humanis, serta mengecam tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok orang dalam menyikapi hasil Pemilu khususnya Pilpres 2019.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kotamobagu, Ustaz Danny Pontoh, mengatakan, terjadinya pelanggaran kamtibmas pasca pengumuman hasil Pilpres oleh KPU Pusat, merupakan tindakan melanggar hukum.

Hal itu pun kata Danny yang merupakan Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kotamobagu ini, harus ditindak secara tegas demi keutuhan bangsa dan kenyamanan masyarakat Indonesia.

“Apapun yang bertentangan dengan hukum dan norma-norma yang ada di Negara kita ini, harus ditindak tegas. Jangan sampai, segelintir orang yang sengaja merusak persatuan kita ini menjadi tercerai berai,” kata Danny.

Danny mengatakan, di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen yang indah dan penuh berkah. Berbagai dinamika yang terjadi pasca pelaksanaan agenda demokrasi pada tanggal 17 April, diharapkan tidak menjadi suatu perpecahan sesama masyarakat Indonesia.

“Saya berharap, agar semua pihak yang ada di bangsa besar ini, untuk kemudian di bulan Ramadan ini kita jadikan sebagai inspirasi menciptakan rasa damai di antara kita, agar berkah Allah SWT selalu menyertai kita semua,” ucapnya.

Ia pun memberikan apresiasi bagi Polri dan TNI yang sudah berupaya melakukan pengamanan dengan asas kemanusiaan dan dengan cara humanis sebagai pengayom masyarakat.

“Alhamdulillah, Polri dan TNI mampu menangani persoalan ini sehingga tidak berlarut-larut dan berdampak pada keamanan dan ketentraman kita semua. Saya berdoa, semoga kita dijauhkan dari berbagai macam perpecahan dan pertikaian. Kita Indonesia, kita adalah saudara. Siapapun yang memimpin bangsa ini, harus kita dukung dan doakan sebagai pemimpin,” ucapnya.

“Kini, Indonesia sudah kembali kondusif dan aman berkat usaha dari Polri dan TNI kita. Maka, rajut kembali persaudaraan diantara kita,” tambahnya.