KOTAMOBAGU- Pengenalan sekaligus pembelajaran jurnalistik bagi kalangan murid sekolah menengah (SMP atau SMA/SMK) merupakan sebuah tawaran pilihan yang bijak dan cukup proporsional. Apalagi, jurnalistik dijadikan pembelajaran ekstrakulikuler, akan turut mendorong wawasan siswa.

Ini dikatakan penting, karena kehidupan manusia selalu bersinggungan dengan media. Murid sekolah tidak hanya diajari menerima informasi melalui media, namun juga dilatih atau diajarkan untuk memproduksi informasi, mengolah dan cara menyebarluaskan kepada publik.

Melalui pembelajaran dasar-dasar jurnalistik, para murid akan mengetahui dan memahami apa itu jurnalistik, sejarahnya, mulai dari media cetak, media elektronika hingga media internet yang semua produknya diproses melalui kegiatan jurnalistik.

Melalui pembelajaran awal ini selanjutnya akan menuntun para murid untuk memahami fungsi dan peran jurnalistik atau pers dalam artian secara luas.

Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 1 Kotamobagu, pendidikan jurnalistik direncanakan pihak sekolah untuk dijadikan pelajaran ekstrakulikuler.

Tujuannya, untuk menuntun para murid untuk memahami fungsi dan peran jurnalistik atau pers dalam artian secara luas, hingga cara menulis sebuah informasi atau berita meski hanya dalam lingkup sekolah.

Di pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Osis (LDKO) yang digelar sejak Jumat (13/09/2019) kemarin, para siswa yang akan menjadi pengurus Osis di sekolah ini dibekali dengan pelajaran dasar-dasar jurnalistik.

101 siswa yang ikut kegiatan ini, terlihat antusias untuk mengetahui apa fungsi jurnalistik di kalangan siswa sekolah.

“Pada materi-materi LDKO, kami masukan pembelajaran¬† jurnalistik dengan melibatkan wartawan media massa sebagai pemateri. Alhamdulillah siswa menerima materi dengan sangat antusias,” ujar Kepala SMP Negeri 1 Kotamobagu, Hendra Mokoagow, S.Pd.

Hal yang lebih penting lagi lanjut Hendra, dengan pembelajaran jurnalistik diharapakan para murid semakin melek media/literasi media seiring percepatan jaman ditandai kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin canggih.

“Ada banyak manfaat untuk siswa belajar tentang jurnalistik. Selain mendorong wawasan mereka akan literasi, penulisan yang sesuai kaidah Bahasa Indonesia, juga untuk bagaimana agar siswa ini mampu menyaring informasi informasi yang bersifat hoax,” jelas Hendra.

Terpisah, Reza Ramadhan, jurnalis media siber Portalmongondow.com usai memberikan materi jurnalistik mengatakan, kesadaran bermedia dengan memahami karakteristik masing-masing media, paham proses komunikasi, hingga dampak media -akan menjadikan generasi mendatang lebih cerdas dan kritis dalam menyerap isi media.

“Ini sangat baik bagi kalangan siswa sebagai generasi bangsa. Pemahaman akan dunia jurnalistik akan turut memberikan edukasi yang positif bagi siswa di arus globalisasi saat ini,” pungkasnya.