KOTAMOBAGU – Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, baru-baru ini diterpa isu hoax dari oknum netizen melalui akun Facebook, terkait dugaan pemotongan dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Katering Ilongkow, sebesar Rp3 juta per kelompok oleh perangkat dan pendamping.

Kasus berita bohong itu pun telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Polres Kotamobagu oleh beberapa waktu lalu.

Ketua KUBE Katering Ilongkow, Karmila Mamonto membantah isu tersebut. Menurut dia, oknum yang menyebarkan berita bohong tersebut tidak tahu akan persoalan KUBE dan sengaja memperkeruh suasana.

“Tidak ada potongan! Jika ada buktikan dengan data, bukan sekadar menyebar berita hoax kemudian memecah belah kerukunan kami warga Kelurahan Kotobangon,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dana KUBE yang dikucurkan sebesar Rp20 juta tersebut telah habis terpakai untuk kebutuhan pengembangan usaha setiap anggota KUBE.

“Awalnya, pada pertemuan pertama kami membahas soal mekanisme pemanfaatan dana KUBE jika sudah turun akan seperti apa. Nah, kami di KUBE Katering Ilongkow sempat membahas soal jika ada sisa dana setelah digunakan untuk pengadaan perlengkapan kebutuhan pengembangan usaha, maka bagaimana jika kita menyisihkan sebagian dana untuk beberapa orang yang terlibat membantu kita dalam mengurus baik pencairan, perencanaan, dan realisasi KUBE kami. Istilahnya uang terima kasih kami karena berkat mereka kami bisa mengelola KUBE dengan baik,” jelasnya.

“Nah, pembahasan itu sebelum dana KUBE ini turun. Bahkan Saya sendiri tidak tahu apakah dananya akan ada, dan dalam pertemuan Saya dan seluruh anggota sepakat jika kalau ada sisa dana maka kita berikan sebagian bagi yang membantu proses pencairan dan pengembangan KUBE kami ini sesuai keikhlasan kami sendiri tanpa ada paksaan,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, seluruh anggota KUBE hanya terima bersih dana yang dikucurkan pemerintah melalui Dinsos. “Kami bersyukur ada pendamping, ada perangkat, yang terus membantu kami dari awal demi majunya KUBE kami ini,” ujarnya.

Setelah dibelanjakan lanjut Karmila, dana tersebut telah habis terpakai untuk pengadaan bahan pokok dan peralatan penunjang usaha.

“Ketika dana sudah di tangan, kami semua berkumpul dan membahas apa saja kebutuhan untuk pengembangan usaha. Nah, pada proses pembagian semuanya transparan dan sesuai kesepakatan bersama. Semua kwitansi, pembelian dan lainnya semua lengkap berdasarkan RAP, dan jelas, sehingga pada tahap pertanggungjawaban kami memiliki data lengkap soal realisasi dana KUBE,” ujarnya.

“Nah, ketika seluruh kebutuhan KUBE terpenuhi, sisa dana yang ada sebesar Rp700 ribu. Sisa dana ini kita jadikan modal pengembangan produk-produk baru di KUBE kami. Pertanyaannya, Saya potong di mana dana 3 juta rupiah itu? sementara dana habis terpakai dan rencana kita untuk memberikan uang terima kasih pun tidak terealisasi karena dana habis digunakan untuk pengembangan usaha kelompok kami,” tuturnya menjelaskan.