BAGIKAN

KOTAMOBAGU- Soundman merupakan ujung tombak dalam merepro sebuah penyelenggaraan live perform audio on stage. Bila diibaratkan, soundman itu merupakan driver atau sopir dari kendaraan yang bernama sound system. Bukan hanya Mixer, akan tetapi alat pendukung lainnya yang berhubungan dengan event tersebut.

Jadi secara keseluruhan Soundman itu adalah operator dari system audio yang bertanggung jawab terhadap hasil suara yang diproses melalui tehnik memixing yang baik sehingga hasil kualitas dan kuantitas audio dapat dinikmati oleh para audiens.

Posisi seorang Soundman dalam sebuah event yang melibatkan sebuah system audio sangatlah central, dikarenakan fungsi atau jobdesk yang dimilikinya sangat berperan penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas dalam hal penyampaian audio di telinga audiens.

Di berbagai acara dipastikan adanya seorang Soundman yang menangani peralatan – peralatan baik Speaker, Microphone, Kabel dan jacknya, Mixer, Equalizer dan Power Amplifier, turut berkontribusi terhadap suksesnya sebuah acara.

Seperti pada peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional ke-23 se-Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar di Lapangan Kotamobagu, Senin (02/09/2019). Selama berlangsungnya acara tersebut, fungsi Soung System yang digunakan berjalan baik dan memuaskan.

Hal ini dikarenakan adanya Soundman profesional yang menangani control audio di belakang panggung sehingga membuat panitia maupun audiens puas, tanpa harus khawatir terjadinya trouble pada Sound System.

Herman Hassan, nama dari Soundman tersebut. Pria 45 tahun, warga Kelurahan Gogagoman, Kotamobagu Barat ini, salah satu di balik suksesnya acara Hari Lansia Nasional yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven O.E Kandouw tersebut.

“Soundnya sangat bagus. Hal itu tak lepas dari peran Soundman. Pemerintah sangat mengapresiasi atas keprofesionalan Soundmand yang menangani persoalan audio pada saat acara berlangsung tanpa ada hambatan sedikitpun,” kata Bambang Ginoga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Herman Hassan pun mengungkapkan rasa puas terhadap suksesnya acara tersebut. Menurut ayah dua anak ini, menjadi Soundman memang dituntut untuk fokus pada audio yang dihasilkan.

“Harus peka terhadap suara bias (Feedback), memahami tata letak Speaker agar tidak terjadi feedback, memahami tata letak dan jalur kabel, situasi dan kondisi suatu tempat hingga memahami arti dan fungsi Microphone dan seluk beluk Audio. Semua itu harus kami fahami dan fokus yang utama agar audio berjalan baik,” sebut Om Eman, sapaan akrabnya.

Meski demikian lanjut Om Eman, acara tersebut mungkin tak akan berjalan mulus jika dirinya tak didampingi oleh Soundman lainnya.

“Alhamdulillah, partner saya Bung Yox Tanip turut membantu, sehingga apa yang menjadi kendala cepat teratasi dengan kerjasama,” tuturnya.

Om Eman menambahkan, memang setiap pengunaan Sound System kendala pasti akan terjadi. Namun, hal itu sudah tak mempengaruhi konsentrasinya dalam mengatasi semua persoalan Sound System atau audio.

“Banyak kali kita mendapati kesalahan teknis. Tapi, semua teratasi dengan baik dan cepat. Selain pengalaman yang kami miliki, peralatan yang digunakan juga turut berpengaruh. Intinya santai tapi serius,” pungkasnya.