BAGIKAN

KOTAMOBAGU – Di zaman sekarang, minuman-minuman modern semakin mudah untuk ditemui. Meski demikian, masih banyak pula orang-orang yang memilih mengkonsumsi minuman tradisional.

Seperti halnya jamu. Minuman yang kaya akan khasiat ini, sudah menjadi primadona sejak dulu di Indonesia.

Peluang bisnis dari minuman ini pun termasuk menjanjikan. Dengan bahan baku yang mudah didapat, proses pengolahan yang sederhana, bisa memberikan keuntungan tersendiri.

Hal inilah yang dimanfaatkan mbak Sriama, warga Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat, untuk meraup pundi-pundi rupiah lewat berjualan jamu tradisional khas racikannya.

Menurutnya, minuman tradisonal asli Indonesia ini masih banyak diminati oleh masyarakat. Bahkan, tak tanggung-tanggung dalam sehari ia bisa menghabiskan sekitar 6 liter jamu dagangannya dengan keuntungan keseluruhan berkisar 200-300 Ribu Rupiah.

“Dari keenam liter jamu ini, saya menyajikan dengan berbagai macam jenis rasa. Ada jamu kunyit, jahe, temulawak, sari kencur, serta jahe merah pakai gula madu,” ucap Sriama, Selasa (9/6/2020).

Sriama yang diketahui berasal dari Provinsi Jawa Timur ini menjelaskan, usaha jamu tradisional yang ia geluti sejak 20 tahun silam ini mampu untuk menghidupi kedua anak dan suami tercinta.

“Alhamdulillah bisa membantu meringankan beban suami saya yang berprofesi jualan mie bakso,” jelasnya.

Ia pun menceritakan telah memiliki konsumen langganan tetap diseputaran Kota Kotamobagu. Mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa yang memesan jamu dagangannya. “Kebanyakan pelanggan saya dari pejabat dilingkungan kerja pemerintah Kotamobagu,” tuturnya.