BAGIKAN

HUKRIM – Dua pelaku penganiayaan terhadap anggota Satpol PP Kotamobagu, terus diseriusi pihak Kepolisian.

Korban masing-masing Susilo Sutarman Mokoginta dan Wiliamri Mamonto. Keduanya merupakan anggota Satpol-PP Kotamobagu yang dianiaya oleh dua oknum pedagang saat melakukan penertiban di lokasi pasar beberapa waktu lalu.

Menurut Kasubag Humas Polres Kotamobahu, IPTU Rusman M Saleh, laporan atas tindakan kriminal oleh dua pelaku yang merupakan pedagang di Pasar Serasi dan 23 Maret itu, akan segera masuk ke tahap penyidikan.

“Saat ini masih tahap penyelidikan, semua saksi-saksi dan tersangka sudah diperiksa,” ungkapnya, saat diwawancarai, Selasa (12/5/20).

Iptu Rusman mengatakan jika tidak ada kendala kasus tersebut akan dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Untuk kasus korban Susilo Sutarman Mokoginta, mudah-mudahan besok sudah tahap 1 atau ditingkatkan ke penyidikan, untuk korban Wiliamri Mamonto masih tahap penyelidikan,” ujarnya.

Menurutnya, Polres Kotamobagu tidak akan main-main dengan masalah hukum yang terjadi di wilayahnya.

“Kita usahakan kasus ini cepat terproses,” tegasnya.

Diketahui, kasus penganiayaan terhadap anggota Satpol-PP tersebut, terjadi, Kamis (7/5/2020) sekira pukul 12.50 Wita.

Berdasarkan kornologi dari laporan polisi yang dirangkum, kejadiaan tersebut, berawal ketika korban, sedang memberikan himbauan kepada pedagang untuk membersihkan lapak danganan, karena jam berjualan akan berakhir pada 13.00 Wita, sesuai aturan pembatasan operasional pasar.

Saat korban menyambangi lokasi penjualan ayam, pelaku tak terima dengan himbauan korban, kemudian melakukan tindakan premanisme.