BAGIKAN

HUKRIM- Oknum mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), MM alias Mar, warga Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dan RD alias Rus, warga yang sama, dilaporkan ke Polisi oleh Muchtar Mokoginta, (45), warga Desa Bilalang IV, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong, karena diduga melakukan tindak pidana penganiayaan.

Hal tersebut berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi, Nomor:  STTLP/980.a/X/2019/SULUT/RES-KTGU.

Kronologi kejadian bermula saat korban sedang menunaikan pekerjaannya untuk mengantar Helobrick pesanan untuk program bantuan Rumah Miskin di Lorong Permata Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Boltim, Sabtu (12/10/2019), sekira pukul 20.15 Wita.

Korban yang tengah mengendarai kendaraan roda empat jenis Mithubishi L300 Pick-up, melintasi jalan yang menanjak. Kendaraan korban tersebut, berpas-pasan dengan mobil yang dikendarai MM, jenis Toyota Inova berwarna silver.

Namun, MM tidak memberikan jalan kepada korban, padahal kendaraan korban dalam posisi menanjak. Korban pun langsung menghindar ke arah kiri jalan dan langsung berhenti untuk mematikan mesin kendaraan.

MM pun turun dari kendaraannya dan langsung memarahi korban. Korban saat itu turun dari mobil dan meminta maaf kepada MM. Namun, bukannya menerim permohonan maaf, MM justeru langsung melakukan pemukulan sebanyak 4 kali. Beruntung korban mampu menghindar sehingga tidak mengenai wajahnya.

“Padahal saya sudah minta maaf namun dia (Diduga pelaku Red) justru ingin memukul saya,” ungkap korban saat diwawancarai Portalmongondow.com, Minggu (13/10/2019).

Tak sampai di situ, RD yang juga diduga sebagai salah satu pelaku, tiba-tiba datang dan langsung memukuli bagian wajah korban, sehingga mengalami memar di bagian mata dan bibir.

“Saya kaget tiba-tiba ia datang dan langsung memukul saya. Saya pun langsung melakukan fisum dan melaporkannya ke pihak Kepolisian, agar kejadian yang saya alami ini bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan, dihubungi melalui via pesan singkat Whatsapp mengatakan bahwa jika laporan tersebut akan ditindaklanjuti. “Kalau sudah dilapor, ya berproses,” ujar Siahaan.

Dikutip dari Kompasiana.com, secara hukum, apabila seseorang melakukan main hakim sendiri maka akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, yang diartikan sebagai perbuatan dengan sengaja yang menimbulkan rasa tidak enak, rasa sakit atau luka, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan, korban luka berat, ancaman hukuman 5 tahun, dan korban tewas, ancaman hukuman 7 tahun.

Sementara untuk Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, dalam penjelasan Pasal 170 KUHP, kekerasan terhadap orang maupun barang yang dilakukan secara bersama-sama, yang dilakukan di muka umum seperti perusakan terhadap barang, penganiayaan terhadap orang atau hewan, melemparkan batu kepada orang atau rumah, atau membuang- buang barang sehingga berserakan. Dengan ancaman hukuman, tindak kekerasan, ancaman hukuman 5,5 tahun penjara, menyebabkan korban luka-luka, ancaman hukuman 7 tahun penjara, korban luka berat, ancaman hukuman 9 tahun penjara dan korban tewas, ancaman hukuman 12 tahun penjara.