KOTAMOBAGU – Biaya hidup di Kotamobagu yang merupakan kota megapolitan dikenal lebih mahal dibanding dengan daerah lainnya di Bolaang Mongondow Raya.

Hal ini karena Kotamobagu adalah daerah yang menjadi pusat perekonomian dan menjadi tujuan persinggahan banyak orang.

Tetapi jangan salah, dengan uang 10 ribu rupiah di tangan kamu masih bisa kok menikmati makanan enak di Kotamobagu. Dan yang pasti, bisa bikin perut kenyang tanpa harus takut keluarin duit banyak.

Cuma Punya Uang 10 Ribu Rupiah Untuk Makan Kenyang? Nasi Kuning Skecek Aja Headline Kotamobagu Terkini

Nasi kuning skecek namanya. Dibuka sejak 24 Agustus 2020 lalu, kuliner yang satu ini menjawab kegundahan hati para penikmatnya.

Betapa tidak, dengan porsi yang banyak ditambah telur rebus, anda cukup membawa uang sebesar 10 ribu rupiah saja.

Usaha ini, milik Rezkhy Gonibala, warga Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Saat berusaha dengan Media ini, Eji, sapaannya mengungkapkan, jika ia baru sepekan membuka usaha tersebut. Hanya dengan modal Rp 400 ribu, ia sudah mampu meraup keuntungan jutaan rupiah dalam sehari.

Cuma Punya Uang 10 Ribu Rupiah Untuk Makan Kenyang? Nasi Kuning Skecek Aja Headline Kotamobagu Terkini

“Baru sepekan ini dibuka. Memang untung penjualan sehari terbilang sedikit, namun putarannya stabil dan lancar. Alasannya, karena selain porsi yang banyak ditambah telur rebus, nasi kuning skecek ini hanya dibanderol 10 ribu rupiah saja,” ujar Eji.

Lanjut dia, pasca dibuka, nasi kuning racikan mertuanya tersebut langsung diminati masyarakat Kotamobagu.

“Kita buka sejak pagi dan tutup biasanya pukul 03.00 Wita, pagi. Lumayanlah, sehari penjualan kita bisa mendapat untung dari 700 hingga 1 juta rupiah. Selain ada yang datang langsung, kami juga melayani pesan antar dengan tarif sesuai jarak,” ujarnya.

Di sela-sela perbincangan, ia pun menceritakan asal mula nama Skecek digunakan pada brand kuliner nasi kuning miliknya.

“Sebenarnya nama Skecek ini hanya plesetan saja, waktu sekolah dulu, kawan-kawan sering memanggil saya dengan sebutan Skecek. Jadi, nama itulah yang dipakai,” ceritanya.

Dibantu istri dan ibu mertuanya, produksi nasi kuning tersebut mampu melayani hingga ratusan pesanan dalam sehari.

“Memang sedikit kewalahan sih, tapi namanya usaha yah harus ditekuni dan dijalani dengan sungguh-sungguh. Rencananya akan mencari karyawan untuk bantu-bantu proses memasak hingga menghidangkan pada konsumen, sehingga pelayanan lebih maksimal,” tukasnya.

Di akhir perbincangan, ia berharap usaha yang ia geluti itu bisa berkembang. “Insha Allah berjalan lancar. Saya yakin, dengan kualitas yang kami sajikan, mampu menjadi hidangan kuliner yang patut dicoba. Intinya, Nasi Kuning Skecek, harga kaki lima, rasa bintang lima,” tututpnya.