BAGIKAN

KOTAMOBAGU — memilikinya nilai ekonomi tinggi, tanaman vanili menjadi daya tarik tersendiri dalam menghasilkan keuntungan. Salah satunya taman vanili milik Ismail Kolintama warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Tanaman vanili yang merupakan tanaman rempah dan sempat menjadi emas hijau karena keuntungan yang fantastis ini, telah dilirik Ismail.

Ratusan tanaman vanili miliknya dikonsep semi modern dengan media tanam menggunakan tiang beton. Lahan vanili seluas 100 Meter persegi ini dilengkapi dengan penaung paranet untuk meminimalisir serangan hama penyakit pada tanaman.

Menurutnya, konsep penanaman vanili dengan menggunakan media tanan dari beton atau susunan batu bata sangat efektif bagi pertumbuhannya. Karena selain kualitasnya baik, juga ikut mendorong harga jual kamoditas ini.

“Kebiasaan lama kita bahwa vanili ditanam dan dibiarkan menjalar di pohon hidup, itu justeru yang membuat kualitas dan harganya bisa jatuh. Karena aroma wanginya akan diserap oleh pohon itu. Nah, kalau kita buat tiang permanen seperti ini, aromanya itu tidak berkurang dan kualitas vanili akan lebih baik,” ungkap Ismail

Konsep penanaman vanili modern juga kini menjadi pilot project bagi para petani yang ingin menggarap komoditas ini. Sudah banyak yang datang belajar kepadanya cara mengembangkan komoditas vanili seperti yang dia lakukan, harga jualnya juga tinggi dan pemasarannya juga mudah.