BAGIKAN

KOTAMOBAGU -Pembibitan tanaman merupakan awal dari kegiatan memproduksi tanaman. Selain itu, pembibitan diperlukan guna memenuhi keperluan penanaman di lapangan serta bertujuan untuk menghasilkan tanaman yang bermutu tinggi.

Namun, untuk melakukan proses pembibitan itu sendiri, tentunya diperlukan pengetahuan serta pengalaman dalam proses pembibitan

Seperti yang dilakukan Akbar Damopolii, warga Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Berbekal pengalaman serta pengetahuan yang mumpuni dalam bidang pertanian, pemuda yang satu ini sedang melakukan proses pembibitan sejumlah tanaman tahunan seperti cengkeh, coklat, pala, serta tanaman buah-buahan yakni durian okulasi dan alpukat okulasi.

“Jadi selain untuk dijual, sebagiannya lagi untuk berbagi kepada teman-teman yang masuk dalam komunitas Milenial Farming, karena banyak teman-teman ini suka menanam sementara terkendala bibit yang harganya terlalu mahal,” kata Akbar.

Selain itu kata dia, bibit-bibit ini juga sebagiannya lagi akan dibagikan kepada para petani secara cuma-cuma, dengan syarat mereka harus mampu pertanggungjawabkannya.

“Syaratnya harus mampu merawat, kalau tidak, tidak akan diberikan lagi, karena ini diberikan bukan dalam artian ketika sudah panen hasilnya masuk ke kita atau dijual ke kita. Jadi bukan begitu,” terangnya.

Menurutnya, syarat tersebut diberikan agar supaya mereka termotivasi untuk menanam dan merawat tanaman tersebut.

“Tanaman ini bisa tumbuh dan berhasil tergantung dari mereka, karena prosesnya mereka yang menjalankan,” kata Akbar.

Diungkapkannya juga, dari hasil pembibitan yang dilakukannya belum lama ini, sudah ada sebanyak 25 ribu bibit dengan berbagai jenis tanaman.

“Target kita selain kualitas bibit, juga untuk menggali potensi-potensi anak muda di bidang pertanian, apalagi kondisi sekarang ini dalam upaya pencegahan wabah Covid-19, banyak hal positif yang bisa kita lakukan salah satunya dengan bertani bisa menjaga kesehatan fisik karena sama halnya seperti berolaharga,” katanya.