BAGIKAN

KOTAMOBAGU- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dipenuhi sampah yang mengunung disertai bau busuk yang sangat menyengat, siapa sangka TPA Bonawang Kotamobagu, di Desa Poyowa Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan ini mampu memanfaatkan sampah menjadi bahan bakar Gas Metan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bambang Irawan Ginoga, mengatakan sampah dari masyarakat se Kotamobagu yang ditampung di TPA diolah dan dikembangkan menjadi bahan bakar Gas Metan yang nantinya juga akan berguna bagi masyarakat.

“Kedepan bahan bakar gas metan ini akan dimanfaatkan dan dikembangkan untuk bisa digunakan kebutuhan memasak bagi masyarakat, namun sementara saat ini gas metan masih dimanfaatkan oleh warga sekitar TPA,” ujar Bambang.

Api dari Gas Metan dari TPA Bonawang terbilang bagus karena berwarna biru dan tidak berbau, sedangkan untuk mengubah sampah menjadi gas metan ini, harus menggunakan peralatan salah satunya instalasi pipa. Instalasi pipa tertanam di dalam tanah terhubung dari timbunan sampah.

Agar gas tersalurkan dengan baik, diperlukan adanya alat penyedot atau mereka sebut blower. Alat itu ditempatkan di lokasi sekitar kantor TPA.

“Tumpukan sampah yang berhasil dirubah menjadi bahan bakar gas metan, juga bisa mengurangi bau busuk yang ditimbulkan oleh gunungan sampah, agar masyarakat di kawasan TPA juga tidak mencium bau sampah,” ungkap Bambang.