KOTAMOBAGU – Askes jalan menuju pekuburan Datoe Loloda Mokoagow atau Datoe Binangkang yang terletak di wilayah perkebunan Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan, tahun ini akan dibangun.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotamobagu, Regina Mokoginta, mengatakan, anggaran pembangunan jalan menuju makam leluhur masyarakat Bolaang Mongondow itu, telah dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020.

“Pembangunan akes jalan menuju pekuburan raja Loloda Mokoagow harusnya masuk paket reguler tahun 2020. Bahkan sudah dilelang. Tapi karena adanya pandemi Covid-19, kegiatan ini dibatalkan, dan dianggarkan lagi di APBD Perubahan. Total pagunya senilai Rp 1.492.800.000,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan ini akan dilelang bersama 6 paket proyek lainnya yang menjadi program kegiatan bidang bina marga.

“Itu akan di hotmix. Jadi dilelang lagi. InsyaAllah prosesnya berjalan lancar dan tidak gagal lelang, di usahakan pada pertengahan bulan November sudah mulai jalan kegiatannya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotamobagu, Anki T Mokoginta mengatakan, pembangunan akes jalan tersebut merupakan salah satu program terpadu antara Dinas PUPR dan Disbudapar dalam rangka pelestarian cagar budaya.

“Jadi memang setelah diidentifikasi beberapa cagar budaya, berupa makam para leluhir masyarakat Bolaang Mongondow diantaranya, makam Loloda Mokoagow, Tadohe, yang menjadi utama untuk dibangun itu adalah akses jalan. Itu harus diperbaiki. Rencana kami dengan Dinas PUPR mereka intervensi dulu untuk askes jalan. Ini juga untuk pelestarian situs-situs sejarah,” kata Anki via seluler.

Anki menjelaskan, tujuan dibukanya akses jalan tersebut dilakukan sebagai bagian untuk penunjang program destinasi wisata cagar budaya.

“Selain agar masyarakat lebih cepat lagi mengetahui bahwa kita punya situs sejarah, harapannya juga dengan dibangunnya akses ini, informasi maupun edukasi kepada generasi akan lebih mudah. Selain itu juga ini untuk promosi cagar budaya di Kota Kotamobagu,” jelasnya.