BAGIKAN
Foto : Pixabay

NASIONAL – Sebanyak 1,096,666 data pribadi pengguna Facebook Indonesia dari total keseluruhan data diduga telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica. Jumlah ini menenempatkan Indonesia diurutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Filipina.

Menteri Komunikasi dan Informatikan (Menkominfo) Rudiantara, melalui pejabat Biro Humas Kemenkominfo dalam siaran persnya mengatakan, telah memberikan sanksi peringatan tertulis  kepada Facebook pada hari Kamis, 5 April 2018 lalu, karena melakukan pembiaran ke pihak ketiga dengan menyalahgunakan data pribadi, melalui kuis atau profiling data pengguna media sosial itu.

“Penerapan sanksi adalah pematuhan legislasi dan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 serta Peraturan Menteri Kominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (PM 20/2016),” kata Humas Kemenkominfo, Senin, 9 April 2018 kemarin.

Sebelumnya, Kemenkominfo terlebih dulu memberikan peringatan lisan terkait adanya isu penyalahgunaan data pengguna Facebook dari Indonesia oleh pihak ketiga pada tanggal 27, 28 dan 29 Maret 2018. “Jawaban Facebook atas peringatan lisan dengan dua surat resmi. Namun jawaban itu tidak disertai dengan penjelasan rinci dengan data yang diminta oleh Pemerintah Indonesia,” katanya.

Sesuai dengan peraturan menteri, Kementerian Kominfo memberikan peringatan tertulis kepada pengelola media sosial Facebook. “Kementerian Kominfo meminta dengan segera Facebook menutup layanan kategori mitra, yang memungkinkan pihak ketiga mendapatkan data pribadi pengguna Facebook dalam bentuk kuis, tes kepribadian atau sejenisnya,” ujarnya.

Selain itu, Facebook juga diminta memberikan hasil audit kepada Pemerintah, atas terjadinya kelalaian penyalahgunaan data pribadi dimaksud.

Kementerian Kominfo juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana dalam kasus penyalahgunaan data pribadi oleh pihak ketiga.