BOLSEL – Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) mulai diberlakukan sejak wabah virus corona menyerang Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu. BDR dilaksanakan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang dikenal dengan nama corona virus disease 2019 (COVID-19).
 
Namun, seiring waktu berjalan, sistem ini tidak lagi diberlakukan. Hal ini mulai terlihat dengan diaktifkannya kembali sekolah sebagai tempat proses belajar mengajar. Tapi ini masih ada syarat, harus di daerah zona hijau COVID-19, dan siswanya dikurangi dengan jadwal.
 
Di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR)!, Provinsi Sulawesi Utara, beberapa daerah mulai menerapakan proses belajar mengajar di sekolah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Belajar dalam jaringan (Daring) juga tetap berlanjut.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang menjadi bagian dari BMR merupakan daerah zona hijau COVID-19. Meski begitu, masih banyak sekolah yang mempertahankan sistem belajar dari rumah (BDR) di wilayah paling selatan Sulut ini. Salah satunya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cokroaminoto yang berada di Desa Salongo, Kecamatan Bolaang Uki.

Kepala SMK Cokroaminoto Salongo Rizal Mohune menjelaskan, penerapan BDR di sekolahnya menggunakan dua metode, yakni dalam jaringan (Daring) dan Luar jaringan (Luring). Namun, kata Rizal, pihaknya lebih memilih menggunakan metode pembelajaran Luring.
 
“Metode ini sangat pas untuk siswa siswi di sekolah ini mengingat kondisi ekonomi para orang tua siswa saya,” ujar Rizal, Selasa (3/11/2020).

Dalam Luring, lanjut dia, digunakan modul pembelajaran.
 
“Modul ini akan menjadi bahan untuk siswa belajar di rumah ketika ulangan semester nanti,” jelasnya. 
 
Selain itu, kata Rizal, setiap minggu sekolah mengirim guru untuk mengajar di rumah tiap siswa.
 
“Di minggu pertama, guru fokus untuk mata pelajaran umum. Untuk minggu kedua, mata pelajaran jurusan,” jelasnya
 
Salah satu guru SMK Cokroaminoto Salongo, Fauzan Lawadjo saat ditemui sedang mengajar di rumah siswa menyampaikan, upaya guru-guru sudah maksimal menerapkan sistem BDR.
 
“Sudah berupaya melakukan yang terbaik untuk siswa, akan tetapi masih banyak siswa yang mendapatkan nilai yang tidak bagus,” ungkapnya.
 
Meski begitu Fauzan mengingatkan siswanya untuk tetap menjaga kesehatan tubuh. Protokol kesehatan COVID-19
juga diterapkan saat melakukan BDR .
 
“Bersama dengan teman-teman guru lainnya selalu mengimbau siswa agar selalu menerapkan 3M (Menggunakan maskrer, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak),” tutupnya.

Penulis: Rahmat Putra Kadullah