BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), cukup gencar dalam upaya penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menggelar operasi Yustisi yang menyasar wilayah pasar, pertokoan dan tempat wisata serta jalan.

Di Bolmong, operasi yang melibatkan berbagai instansi, yakni Polres/Polsek, Kodim/Koramil, Pol-PP, Dishub, BPBD, dan Dinkes tersebut, dilaksanakan di wilayah Pantura dan Dataran Dumoga.

Menurut Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) Deker Rompas, pada pekan sebelumnya, atau saat cuti bersama, sebanyak 47 orang terjaring operasi.

“Kemudian, untuk Senin hingga Kamis (2-4/11) sebanyak 28 orang pelanggar terjaring,” ungkap Deker, Sabtu (7/11/2020).

Para pelanggar ini, kata dia, diberi sanksi mengucapkan Pancasila dan melakukan push up, dan juga diberi pembinaan.

“Mereka juga kami beri masker. Karena, umumnya pelanggarnya yang tidak menggunakan masker,” katanya.

Lanjut dia, berdasarkan hasil evaluasi Operasi Yustisi, masih didapati warga yang tidak menggunakan masker disaat beraktivitas di luar rumah. Meski begitu, jumlah pelanggar dari waktu ke waktu semakin berkurang.

“Namun, sosialisasi atau imbauan harus terus menerus dilakukan dan sangat diharapkan dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pemuda,” ucapnya.

Dia juga meminta agar masyarakat untuk saling mengingatkan mulai dari lingkungan keluarga untuk patuh pada Protokol Kesehatan (Prokes) 3M ketika beraktivitas di luar rumah termasuk pada kegiatan-kegiatan di rumah ibadah serta kegiatan kemasyarakatan, seperti hajatan suka maupun duka.

“Imbauan juga untuk Pemerintah Desa dan Kelurahan, Badan dan Lembaga di Desa agar memantau setiap pelaksanaan hajatan di desa masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Rahmat Putra Kadullah