BOLSEL – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menemukan banyak pelanggaran dari pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Komisioner Bawaslu Bolsel, Kifly Malonda mengungkapkan beberapa temuan ketika pihaknya turun langsung ke lapangan untuk pengecekan hasil Coklit.

“Mereka hanya mendata berdasar kartu keluarga (KK), dan tidak meminta E-KTP sebagai acuan Coklit tersebut. Tak hanya itu, stiker dipasang bukan di rumah pemilih, tapi ditempat berjualan. Banyak juga rumah terpasang stiker tapi tidak ter-Coklit” beber Kifli, Senin (17/8/2020).

Bawaslu Bolsel melalui Panwaslu kecamatan, lanjut dia, akan menyarankan perbaikan guna mendapat data yang valid.

Ketua KPU Bolsel, Eskolano Kakunsi mengaku belum mengetahui hasil temuan dari Bawaslu Bolsel tersebut. Melalui pesan whatsapp, Selasa (18/8/2020), Eskolano mengatakan, jika KPU telah menerima pemberitahuan resmi secara tertulis, akan langsung dibahas dalam internal lembaganya.

“Kita tidak bisa berandai-andai seperti apa temuannya. Yang pasti, jika memang benar, akan kita tindaklanjuti sesuai aturan,” tegasnya.

Kabupaten Bolsel, pada 9 Desember 2020 mendatang, merupakan salah satu daerah dari 270 daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak.

Penulis: Nanda Saputra