BAGIKAN
Helikopter BNPB tiba di Bolsel (Foto: Diskominfo Bolsel).

BOLSEL – Banjir bandang yang terjadi pada hari Sabtu (1/8/2020) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, membuat beberapa kecamatan di wilayah itu terisolasi. Akses jalan satu-satunya putus akibat jembatan di Desa Sinandaka, Kecamatan Tomini, amblas tak bisa dilalui. Sementara untuk melalui jalur laut, cuaca masih kurang bersahabat dan memakan waktu lama.

Tak patah arang, Bupati Bolsel, Hi Iskandar Kamaru meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendatangkan helikopter.

“Kemarin sudah ada komunikasi via telepon juga dengan kepala BNPB Pusat, dengan respon cepat tidak butuh waktu lama bantuan logistik dan helikopter hari ini tiba di Bolsel,” kata Iskandar, Rabu (5/8/2020).  

Helikopter jenis MI 8 – MTV dari BNPB tiba di Bolsel sekitar pukul 10.00 Wita, dengan membawa Kepala BPBD Sulut Joy Oroh. Iskandar dan Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto, menjemput Oroh di kompleks pembangunan Islamic Center Desa Popodu.

Oroh dalam keterangannya menyampaikan, selain helikopter, ia juga membawa bantuan logistik berupa tenda keluarga 25 unit, tenda pengungsi 5 set, kasur lipat atau velbed 125 unit, matras 1.000 lembar, selimut 5.000 lembar, perlengkapan bayi dan balita atau kidsware 200 paket dan sandang sebanyak 375 paket.

“Nantinya juga helikopter akan standby di Bolsel untuk mengantar logistik ke kecamatan yang terisolasi karena akses jalan putus,” ujarnya.

Diketahui, sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2020, di Kecamatan Pinolisian Bersatu, Bolaang Uki, Tomini dan Posigadan, terjadi bencana banjir bandang akibat hujan dengan intensitas sedang dan tinggi. Peristiwa ini mengakibatkan korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit.

Kepala Desa Bakida, Kecamatan Helumo, menjadi korban terseret derasnya air sungai di desa itu, dan hingga saat ini belum ditemukan.

Penulis: Nanda Saputra