BAGIKAN

BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-35, Kamis (23/7/2020). Bertempat di lantai III kantor Bupati Bolsel, peringatan HAN dipimpin oleh orang nomor satu di Bolsel, Hi Iskandar Kamaru SPt.

Dalam kesempatannya, Iskandar mengajak pemerintah dengan lapisan masyarakat bersama-sama berpartisipasi meningkatkan kepedulian kepada anak, menghargai dan menjamin hak mereka tanpa diskriminasi.

“Agar anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang bermoral dan berkualitas tinggi,” ucapnya.

Kata dia, masyarakat perlu mencetak generasi yang sehat dan cerdas. Ia juga meminta untuk mementingkan pemenuhan gizi ibu dan bayi selama masa kehamilan, hingga anak berusia 2 tahun.

“Jika tidak terpenuhi, maka anak akan mengalami malnutrisi yang menjadi cikal bakal stunting,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid, Sekretaris Daerah, para asisten dan sejumlah kepala SKPD Bolsel.

Soal stunting, Kepala Dinas Kesehatan Bolsel Sadly Mokodongan menjelaskannya lebih jauh. Menurut Sadly, jumlah kasus stunting di Bolsel sebanyak 393 atau 8 persen dari jumlah sasaran balita 0-59 bulan.

“Di Bolsel kami sudah mencapai¬† 76 persen dari total sasaran balita yang diinput pada aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e – PPGBM),” bebernya.

Peringatan HAN di Bolsel juga dirangkaikan dengan apel kerja tenaga kesehatan ASN dan THL. Bupati, Wakil Bupati, serta para pejabat Pemkab Bolsel juga secara simbolis menyerahkan insentif Covid -19 ke tenaga kesehatan, sertifikat imunisasi, serta peresmian gedung kesehatan serta fasilitasnya.

Penulis: Nanda Saputra