BOLSEL – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menggelar pelatihan Tata Kelola Homestay 2020, yang dilaksanakan di kantor Disparbud, Desa Popodu, Bolaang Uki, Selasa (10/11/2020).

Pelatihan diikuti 40 pengelola Homestay yang berada di Kabupaten Bolsel. Kegiatan direncanakan berlangsung selama 2 hari.

Pada kegiatan ini, Disparbud Bolsel menghadirkan dua pemateri handal di bidang pariwisata, yakni Dino Gobel, Selaku Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata dan Hartini Mochtar, Manager Tasik Ria Resort Manado.

Kepala Disparbud Bolsel, Wahyudin Kadullah menyampaikan, pelatihan digelar untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas dari para pengelola homestay di Bolsel.

“Kami ingin para pengelola homestay mendapatkan pemahaman dan ilmu baru, untuk bagaimana kedepannya mengelola homestay dengan baik,” ujarnya

Disamping itu, ia juga meminta para pengelola bisa menerapkan lima hal penting dalam mengelola Homestay.

“Lima hal tersebut, yakni promosi, reservasi, sanitasi, security, dan hospitality. Kelima hal ini harus senantiasa diperhatikan,” ucapnya.

Selain itu, kata Yuks sapaan akrab Wahyudin, pemateri juga akan memberikan tips-tios bagaimana membuat para wisatawan betah untuk berada di Bolsel.

“Curi ilmu dari para pemateri sebanyak mungkin agar bisa paham membuat pengunjung betah ketika berkunjung dan menginap,” jelasnya

Hartini Mochtar Manager Tasik Ria Resort Manado saat memberikan materi mengatakan, jika homestay adalah bagian yang penting dalam sebuah industri pariwisata.

“Karena, sebelum wisatawan datang, mereka sudah melakukan planing, dan satu dari planing mereka adalah tempat beristirahat,” terangnya

Menurut Hartini, hal ini harus jadi peluang besar bagi pengelola yang ada, apalagi saat ini banyak tempat wisata di Bolsel. pasti banyak wisatawan yang akan datang.

Namun ia mengingatkan, terhadap pengunjung atau tamu, senantiasa diberikan rasa nyaman.

“Selain rasa nyaman, perlu ditopang fasilitas yang mumpuni dan pelayanan yang maksimal. Minimal harus murah senyum,” ujarnya.

Dirinya optimis bila homestay di Bolsel akan berkembang pesat jika dikelola dengan baik.

“Karena Bolsel kan belum ada hotel, jadi peluang untuk homestay jadi tujuan itu sangat besar,” tutupnya.