Palelat jadi rebutan warga usai di arak

BOLMONG UTARA – Ratusan umat muslim di Boroko, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, merayakan Maulid Nabi Muhamad SAW dengan mengelar Festival Budaya Palelat.

Festival Budaya Palelat yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dilaksanakan di Lapangan Kembar Boroko, Jumat (1/12) sekitar pukul 15.00 Wita.  

Kegiatan ini diawali dengan mengarak palelat keliling kota boroko dan diiringi dengan salawat nabi serta barzanji. Usai di arak, palelat menjadi rebutan warga. Tradisi ini dipercaya memberi keberkahan dari sang Khalik.

Selain Palelat, terdapat beberapa kue dan makanan yang disajikan dengan ukuran raksasa, antaranya nasi jaha atau nasi ketan yang dibuat sepanjang lima meter.

Salah Satu warga boroko, Selmia melihat warga sangat antusias dalam mengikuti festival budaya palelat ini, selain untuk mengangkat tradisi, ini dijadikan sebagai ajang bersilaturahmi antar warga.

“Masyarakat sangat antusias mengikuti festival ini dan berharap budaya seperti ini terus dipelihara dan dijaga serta dikembangkan agar tetap terjaga kelestariaannya,” kata Selmia.

Warga berebut hasil pertanian

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Asripan Nani, Palelat merupakan salah satu adat istiadat yang dianut oleh masyarakat  bolaang mongondow utara, perayaannya dilaksanakan sebagai upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya tersebut.

“Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kita rayakan dengan mengelar festival budaya palelat. Ini untuk menggali budaya dan mengingatkan kembali bahwa ada budaya yang perlu dijaga dan dipelihara serta dikembangkan, diharapkan tahun-tahun yang akan datang,  generasi muda akan melestarikan budaya ini sebagai tradisi yang harus dipertahankan,” kata Asripan.

Pada Festival ini, selain budaya palelat, juga dipentaskan tarian dana-dana khas warga setempat yang dibawakan oleh ratusan siswa-siswi.

Palelat

Palelat adalah suatu wadah yang berbentuk ka’bah terbuat dari bahan kayu bambu atau pelepah daun sagu yang didalamnya berisi makan dan kue tradisional hasil pertanian dan kelautan serta terdapat lima tiang bendera.

Bentuk ka’bah pada palelat dimaknai sebagai tempat berlindung, sedangakn  lima tiang bendera masing-masing bertuliskan nama nabi dan empat sahabat nabi mengambarkan rukun islam. Ketupat berbentuk bintang sebagai simbol cahaya menyinari alam semesta, kue cucur bulat simbol bumi serta nasi ketan bermakna rezeki allah yang diberikan kepada umatnya.

Peringatan Maulid Nabi SAW Sejumlah Negara di Dunia