BOLMONG – Musyawarah Daerah (Musyda) ke – IV Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (28/10/2020) resmi dibuka. Musyda yang dilaksanakan di gedung Ramahdinah Lolak ini, dihadiri langsung oleh Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulut, Sudarwin Tompunu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bolmong, Irmanto Usuli, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolmong, Muhtar Bonde, serta Asisten II Setda Bolmong dan Dirut PDAM Bolmong, Kamran Muchtar Podomi.

Bupati Yasti dalam sambutannya, menyampaikan, bahwa Musyda ke – IV Pemuda Muhammadiyah ini merupakan momentum yang baik karena bertepatan dengan hari sumpah pemuda. “Semoga, semangat pemuda-pemuda kita yang lalu, Insya Allah lahir kembali di tanggal 28 Oktober 2020 di tanah Bolmong,” ujar Yasti.

Selain itu kata Yasti, jika dihitung berdasarkan kalender Islam, sebentar nanti juga bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal yang merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yasti berharap, Musyda ini dapat melahirkan pemimpin serta kepengurusan yang memiliki semangat kuat untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar.

“Selamat bermusyawarah kepada Pemuda Muhammadiyah Bolmong. Insya Allah, kegiatan ini akan dimudahkan oleh Allah SWT dan menghasilkan pengurus baru yang mempunyai dedikasi yang baik, mempunyai karakter yang baik, serta mempunyai semangat yang kuat untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar di Bolmong,” ucap Yasti.

Sementara itu, ketua Pemuda Muhammadiyah Bolmong periode 2016 – 2020, Abdul Rivai Mokoagow, mengatakan, bahwa pelaksanaan Musyda ke – IV ini sengaja digelar bertepatan dengan hari sumpah pemuda, dengan harapan semangat hari sumpah pemuda ini akan mengalir dalam pelaksanaan Musyda. Karena kaum muda adalah tonggak peradaban.

“Semangat membangun budaya literasi, serta membangun hubungan keumatan akan selalu menjadi perioritas organisasi. Masih banyak PR yang perlu kita selesaikan bersama-sama dengan OKP lainnya yang ada di Bolmong, di antaranya membangun kesadaran bersama tentang bagaimana bernegara dan berbangsa dalam NKRI ini,” ungkap Rivai.

Ia juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan Musyda tersebut adalah untuk memilih kembali formatur. “Yang nantinya formatur inilah yang akan memilih ketua yang baru,” jelasnya.