BAGIKAN

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) mengambil langkah cepat guna mengantisipasi penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Langkah ini diambil, setelah kota Manado menjadi daerah transmisi lokal COVID-19.

Untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari penularan wabah ini, tim gugus pencegahan penyebaran COVID-19 Pemkab Bolmong akan melakukan pembatasan mobilitas orang dan kendaraan yang masuk keluar di wilayah Kabupaten Bolmong.

Hal ini disepakati dalam hasil rapat terbatas tim gugus Covid-19 Pemkab Bolmong, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Tahlis Gallang, mewakili Bupati, Rabu (08/04/2020), yang dihadiri oleh Kapolres Bolmong, Dandim 1303 Bolmong, para Asisten, serta sejumlah perangkat Daerah yang terlibat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bolmong.

Kepala Dinas Kominfo Bolmong selaku juru bicara Pemkab Bolmong, Parman Ginano, menyampaikan, bahwa dalam hasil rapat tersebut pembatasan mobilitas orang dan kendaraan akan berlaku mulai besok sore, Kamis (09/04/2020).

“Ada tiga titik yang akan dijaga ketat oleh tim gugus pencegahan penyebaran Covid-19 dan akan dibackup oleh TNI Polri. Tiga titik ini masing-masing adalah perbatasan Bolmong dan Minahasa Selatan (Minsel) di Poigar dan dua titik di Kecamatan Passi Timur, yakni Desa Mobuya dan Desa Inzil yang berbatasan dengan Minsel,” ujar Parman.

Menurutnya, di tiga titik penjagaan ini, akan dibangun Posko dan Toilet. Karena poses penjagaan akan dilakukan 1×24 jam, selama dua pekan. “Jadi, setiap orang yang masuk di wilayah Bolmong akan dilakukan pemeriksaan yang ketat oleh tim kesehatan dari gugus tugas covid-19,” jelas Parman.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, melalui kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit, Yusuf Detu menambahkan, bahwa tenaga medis yang akan ditugaskan untuk memeriksa di posko penjagaan akan di lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

“Tim yang bertugas akan dilengkapi APD dan alat pengukur suhu. Jadi orang yang akan masuk Bolmong kita periksa secara ketat. Jika ditemukan ada yang sakit langsung diarahkan ke Puskesmas terdekat. Kalaupun sakitnya menunjukan gejala yang berat langsung kita bawah ke Rumah Sakit,” tambahnya.

Diketahui, perkembangan kasus virus korona di Provinsi Sulawesi Utara hingga saat ini yang terkonfirmasi Positif Covid-19 sudah 8 orang.