BAGIKAN

BOLMONG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara (Sulut) ke X yang dilaksanakan di Kota Bitung, Senin (9/12/2019) berakhir. Ajang tahunan tersebut merupakan pekan olahraga yang diikuti oleh 14 Kabupaten/Kota se-provinsi Sulut, dengan menampilkan atlet-atlet muda berbakat di bidang olahraga.

Penutupan Porprov Sulut ke X tersebut dilaksanakan di kantor walikota Bitung, yang resmi ditutup oleh asisten satu setda Pemerintah Provinsi Sulut dan dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka oleh pemerintah kota Bitung ke Koni Sulut, kemudian diserahkan ke pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sebagai tuan rumah Porprov Tahun 2021 yang di terima oleh Sekretaris Dispora, I Wayan Mudiyasa, mewakili Pemkab Bolmong.

I Wayan Mudiyasa, ketika dihubungi, saat penutupan Porprov ke X di Kota Bitung membenarkan, bahwa Bolmong dipercayakan sebagai tuan rumah Porprov Sulut tahun 2021. “Ya, tahun depan, Kabupaten Bolaang Mongondow dipercayakan sebagai tuan rumah penyelengaraan Porprov ke XI yang akan dilaksanakan pada tahun 2021,” kata Mudiyasa.

Menurutnya, sebelum Bolmong dipercayakan sebagai tuan rumah Porprov, Gubernur sudah memberikan sinyal terlebih dahulu kepada Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow. Dan Bupati juga sangat mendukung jika penyelenggaraan Porprov ke XI dilaksanakan di Bolmong.

Lebih lanjut, Mudiyasa menyampaikan, dengan dipercayakannya Bolmong sebagai tuan rumah, maka tahun depan persiapan para atlet Bolmong, harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Terutama pemusatan latihan para atlet. Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kontingen Kabupaten Bolmong pada Porprov ke X di Kota Bitung ini, sudah menampilkan serta memberikan hasil yang terbaik buat daerah.

“Pencapaian kontingen Bolmong pada Porprov ke X tahun 2019 ini, berada di peringkat ke Delapan dengan perolehan 11 medali emas, 11 medali perak dan 21 medali perunggu,” ujar Mudiyasa yang juga sebagai koordinator kontingen Bolmong.

Ia menambahkan, bahwa keberhasilan kontingen Bolmong dalam Porprov ke X ini, tidak lain karena saling komunikasi serta berkolaborasi. “Semua tim bergerak tidak saling berharap dan selalu mobile dengan hanya satu tujuan yaitu, membawa nama baik daerah. Begitu juga para atlet selama berada di Bitung tidak bisa bebas, karena semua sudah di atur. Ini merupakan pengalaman ke depan untuk bisa kita contoh hal-hal yang positif untuk kegiatan apapun,” pungkas Mudiyasa.