BAGIKAN

BOLMONG – Kemah Bakti Pramuka ke-VI Kwartir Cabang Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang dilaksanakan di bekas Lapangan terbang Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, yang baru saja dibuka dengan resmi oleh Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow pada Selasa (29/10) Malam, kemarin.

Dihadiri oleh hampir semua Sekolah yang ada di Kabupaten Bolmong. Dari data yang didapat, Sekolah yang ikut dalam Kemah Bakti ke VI Tahun 2019 ini, untuk Sekolah Dasar (SD) 176 sudah termasuk dengan Madrasah Ibtibadiyah (MI). Sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 57 Sekolah. Untuk SMA/SMK dan Madrasah Aliyah ada 20 Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmong, Renti Mokoginta, ketika ditemui usai pembukaan Kemah Bakti Kwartir Cabang Pramuka ke-VI, Selasa (29/10/2019) Malam, mengatakan, bahwa jika melihat ke ikut sertaan Sekolah pada Perkemahan Pramuka tahun ini, mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu.

“Ya, alhamdulillah hampir semua Sekolah ikut dalam Kemah Bakti ke VI tahun ini. Dari 200 lebih SD yang ada di Bolmong, yang ikut hampir 200 Sekolah. Sedangkan untuk SMP, dari 68 Sekolah yang ikut ada 57 Sekolah,” ungkap Renti.

Disinggung terkait Sekolah yang tidak ikut pada Kemah Bakti kali ini, Renti menegaskan, bahwa seluruh Sekolah wajib ikut. Apalagi tuan rumah, yang Sekolahnya ada di Kecamatan Lolayan.

“Semua Sekolah wajib ikut. Apalagi yang Sekolahnya dekat dengan Lokasi Perkemahan. Seperti Sekolah yang ada di Kecamatan Lolayan, itukan termasuk tuan rumah, jadi harus wajib ikut. Kecuali, Sekolah yang jauh dari Lokasi kegiatan, itu masih ada toleransi,” kata Renti

Renti menegaskan, jika ada Sekolah yang tidak ikut tanpa alasan yang jelas, maka siap-siap akan dapat sanksi. Untuk Sekolah yang ada di dekat Perkemahan, itu tidak ada alasan untuk tidak ikut.

“Untuk Sekolah yang tidak ikut dalam Kemah Bakti, apalagi Sekolahnya di dekat Lokasi Perkemahan, maka saya akan berikan sanksi kepada Kepala Sekolahnya. Siap-siap Kepseknya akan di evaluasi,” tegas Renti.