BAGIKAN

BOLMONG – Video beberapa siswa SMK yang sempat viral dimedia sosial langsung mendapat penanganan dari pihak kepolisian. Seluruh siswa yang terlibat dalam video viral tersebut, dipanggil oleh aparat kepolisian dari Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) dan didampingi oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong, untuk dimintai keterangan.

Para siswa SMK Bolaang ini, dipanggil dan dimintai keterangan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat kepolisian di Polsek Bolaang, Kelurahan Inobonto, Kecamatan Bolaang, Selasa (10/03/2020).

Kapolres Bolmong, AKBP Indra Pramana, saat diwawancarai oleh sejumlah media, mengatakan, saat ini pihaknya membuat laporan polisi dan mengamankan semua pihak-pihak yang terlibat dalam video tersebut.

“Saat sekarang sedang didalami, karena status mereka adalah anak sedang berhadapan dengan hukum. Kita harus hati-hati menangani hal ini. Sementara penaganannya di Polsek Bolaang dulu. Karena kantor polisi terdekat ada disini,” ujar Indra.

Dari hasil pemeriksaan sementara oleh pihak kepolisian Anak Berhadapan Hukum (ABH) ini, hanya bercanda dalam membuat video tersebut. “Untuk sementara, keterangan yang didapat tadi, niat mereka yang terlibat dalam video tersebut adalah bercanda. Namun kita masih dalami dulu. Bercandanya seperti apa,” kata Kapolres.

Dalam menangani kasus video viral ini, pihak kepolisian akan memanggil semua yang terlibat. Termasuk guru dan kepala sekolah. “Yang akan kita periksa, semua yang terlibat dalam video viral tersebut. Untuk guru dan kepala sekolah juga sudah kita undang kesini,” ungkap Indra.

Kapolres menyampaikan, bahwa untuk sementara pihaknya belum bisa menyimpulkan jika kasus video viral ini seperti apa. Karena masih dalam proses pemeriksaan serta pendalaman.

“Kita tidak boleh berandai-andai. Kita akan ambil keterangan semuanya dulu. Karena ini baru keterangan awal. Keterangan awalnya, mereka semua mengaku bercanda, termasuk ABH dan yang dibercandai (korban). Jadi untuk sementara seperti itu,” beber Kapolres.

Saat sekarang lanjut Kapolres, pihaknya sedang memeriksa 5 (lima) orang anak yang sedang berhadapan dengan hukum dan satu orang korban. Untuk barang bukti yang sudah diamankan adalah satu buah hand phone.

Sementara itu, kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong, Farida Moduto, yang turut sama-sama mendampingi anak yang berhadapan dengan hukum, mengatakan, bahwa kejadian video ini terjadi pada beberapa minggu yang lalu.

“Video ini terjadi pada tanggal 26 Februari 2020. Awalnya mereka hanya bercanda, itu menurut keterangan dari anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Terjadi pada saat sesudah jam istirahat, yaitu pukul 11.00 wita. Kemudian video ini, di share ke WA (What’s up) kemarin pada tanggal 9 Maret 2020, kemudian tiba-tiba sudah viral di media sosial,” kata Farida.

Ia menyampaikan, bahwa DP3A Bolmong akan terus memberikan pendampingan kepada anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum saat ini. Terakait dengan langkah dari DP3A sendiri mengenai kasus video viral ini, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Tentunya, selaku DP3A akan terus melakukan pendampingan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Yaitu, pendampingan psikologi, baik kepada anak yang diduga korban dan anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum,” jelasnya.