BAGIKAN

BOLMONG – Pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) baru saja menerima unit armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang bersumber dari dana CSR PT Bank BNI 46. CSR tersebut diterima langsung oleh Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, Rabu (16/09/2020) di kantor Bupati, Lolak.

Bupati Yasti mengungkapkan, bahwa penyerahan mobil unit pemadam kebakaran oleh pihak BNI kepada Pemkab Bolmong merupakan langkah yang sangat baik. Meskipun pada dasarnya, armada Damkar saat ini, dinilai belum mampu melayani seluruh kecamatan di Kabupaten Bolmong.

“Armada Damkar yang ada saat ini belum mampu melayani 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow, dikarenakan rentang kendali dan jarak yang terlalu jauh,” ungkap Yasti.

Bupati berharap, agar di tahun-tahun selanjutnya PT Bank BNI 46 kembali nembiayai mobil unit Damkar seperti ini melalui dana CSR.

“Dengan diserahkannya mobil Damkar, saya berharap personil Damkar yang ada untuk lebih meningkatkan lagi keahlian dan ketrampilan sesuai dengan standar operasional prosedur. Sehingga pada saat pemadaman api nanti tidak menemui kendala serta tetap memegang prinsip pantang pulang sebelum padam,” ucap Yasti.

Bupati juga berpesan kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk dapat memilihara, merawat dan menjaga mobil Damkar yang baru ini beserta perlengkapannya, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Karena membeli atau pengadaan mobil Damkar baru lebih mudah, bila dibandingkan dengan nerawat dan memelihara apa yang sudah ada saat ini,” terang Yasti.

Sementara itu, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Bolmong, Deker Rompas, mengatakan para personel Damkar dipersiapkan untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) lanjutan.

“35 personel direncanakan seluruhnya akan mengikuti Diklat lanjutan kesiagaan penanganan bencana kebakaran,” ucap Deker, Kamis (17/09/2020)

Menurutnya, untuk waktu pelaksanaan, pihaknya masih harus menunggu kesiapan anggaran. “Harusnya Diklat tersebut dilaksanakan di tahun 2020 ini. Tetapi karena ada re-focussing anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19, maka terpaksa dibatalkan,” jelas Rompas.

Akan tetapi lanjut Deker, Diklat tersebut dipastikan tetap akan dilaksanakan, meskipun harus tetunda untuk sementara. “Sambil menunggu pelaksanaan Diklat, personel Damkar tetap diwajibkan untuk latihan fisik,” tandasnya.

Sebagai informasi bahwa armada mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Bolmong yang siap beroperasi saat ini berjumlah 3 Unit kendaraan Damkar.