BAGIKAN

BOLMONG – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto, menolak permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulawesi Utara.

Meski demikian, pemerintah Pusat mengimbau kepada Pemda setempat untuk tetap mensosialisasikan pencegahan COVID-19 serta pola hidup bersih dan sehat.

Permohonan PSBB oleh Bupati Bolmong disampaikan kepada Menteri Kesehatan pada 10 April itu. Setelah dilakukan kajian epidemiologi dan aspek lainnya oleh tim teknis, Terawan menyatakan belum dapat menetapkan PSBB di Kabupaten Bolmong.

Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, mengatakan, dengan tidak dikabulkannya permintaan terkait PSBB di wilayah Kabupaten Bolmong, tidak menyurutkan niat Pemkab untuk melawan pandemi COVID-19.

“Tentu, ini tidak menyurutkan niat kami untuk tetap memerangi COVID-19. Agar masyarakat kabupaten Bolmong terhindar dari wabah penyakit ini. Semua langkah-langkah protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19, pemerintah dan masyarakat kabupaten Bolmong, patuh menjalankannya,” ujar Yasti, Kamis (16/4/2020).

Bupati menyampaikan, bahwa pihaknya juga tidak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat di setiap desa maupun kelompok kecil masyarakat, tentang pencegahan COVID-19. “Selalu kita ingatkan, baik itu di kelompok kecil masyarakat serta di seluruh desa yang ada di Kabupaten Bolmong,” kata Yasti.

Bahkan kata Bupati, setiap desa di Bolmong itu melakukan Poskamling (posko keamanan keliling) untuk mendata orang baru yang datang dari daerah zona merah penyebaran COVID- 19. “Kita mendata ada orang baru yang datang, maka harus melakukan isolasi mandiri,” ucap Yasti.

Tidak hanya itu juga, Yasti mengungkapkan, bahwa Pemkab Bolmong melalui satgas COVID-19, membentuk terkait pemulasaran jenazah. “Orang yang akan memakamkan itu, kita kasih insentif sebesar 1 juta perorang. Sebagai bentuk perhatian Pemkab kepada masyarakat Bolmong,” tandas Bupati.