BAGIKAN

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Keseriusan pemerintah ini, dibuktikan dengan melakukan operasi sekaligus sosialisasi pakai masker yang dilakukan oleh Satpol PP, Dinas Perhubungan, pihak Kepolisian dan TNI, pada Rabu (16/09/2020) di pusat keramaian ibu kota Kabupaten, kompleks perempatan lapangan Daagon Lolak.

Asisten I Pemkab Bolmong, Deker Rompas, menegaskan, bahwa untuk awal ini, baru tahap sosialisasi. Tetapi berikutnya, jika ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, maka akan dikenakan sanksi lisan, atau berupa tulisan, hingga hukuman push up.

“Warga yang tak pakai masker akan kena sanksi lisan, tulisan hingga push up, lalu dikasih masker. Setelah dipastikan masker dipakai, kemudian warga diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Menurut Deker, kewajiban menggunakan masker ini merupakan anjuran dari pemerintah yang telah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup), dan aturan ini telah diterapkan dilingkup ASN Pemkab Bolmong.

Ia menambahkan, bahwa operasi Yustisi ini dimulai sejak kemarin hingga hari ini. Pihaknya akan berupaya agar operasi akan berjalan sampai dengan seterusnya. “Berikutnya kami akan masuk operasi di pasar-pasar dan tempat usaha,” bebernya.

Untuk para pelaku usaha lanjut Deker, agar menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, serta menggunakan masker. Jika tidak pihaknya akan memberikan sanksi.

“Saat ini, kami masih memberikan sanksi lisan dan tulisan bagi masyarakat melanggar protokol kesehatan Covid-19, berikutnya kami akan terapkan sanksi sosial,” pungkasnya.