BAGIKAN

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) memberikan insentif kepada petugas penunjang penanganan Covid-19. Pemberian insentif ini, disampaikan oleh juru bicara tim gugus tugas Covid-19 Pemkab Bolmong, dr Debby Kulo.

Jubir penanganan Covid-19 Pemkab Bolmong ini, menyampaikan, bahwa selain tenaga medis yang menangani pasien covid, pemerintah daerah juga akan memberikan insentif kepada petugas penunjang, seperti tenaga Laundry dan sopir Ambulans.

“Para petugas penunjang ini akan mendapat insentif, tapi nominalnya berbeda dengan para petugas medis yang menangani pasien Covid-19,” ujar dr Debby, yang juga sebagai Dirut RSUD Datoe Binangkang.

Untuk tahapan pembayarannya, dr Debby, mengatakan, masih dilakukan tahapan verifikasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong. Jika selesai diverifikasi, akan langsung dilakukan pembayaran.
“Sementara masih sedang di verifikasi oleh Dinkes. Jika selesai diverifikasi, akan langsung dilakukan pembayaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes dr Erman Paputungan, menyampaikan, pihaknya sangat berhati-hati untuk melakukan pembayaran atas insentif tersebut. Pasalnya, saat ini masih sementara dalan tahapan verifikasi. “Kita inginkan semua data sesuai dengan petunjuk teknis untuk pembayaran insentif,” jelasnya.

Menurutnya, setiap pengeluaran anggaran untuk penanganan Covid-19, mendapat perhatian dari lembaga pengawas dan penegak hukum. Bahkan, sudah ada penegasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika melakukan korupsi dana penanganan Covid-19 akan diganjar hukuman mati. Karena itu, pihaknya sangat berhati-hati.

“Pembayaran insentif ini, akan kita lihat dari beberapa indikator, termasuk jam kerja dari masing-masing petugas medis yang menangani pasien Covid-19, dan beberapa indikator lainnya,” kata Erman