BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) telah mempersiapkan Bantuan Sosial (Bansos) tahap IV bagi Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pandemi Covid-19. Pemkab Bolmong melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) saat ini telah menyiapkan bantuan pangan, berupa beras jenis premium.

“Hari ini, berasnya sudah ada dan sudah kami periksa sesuai dengan permintaan kami. Selanjutnya, masih akan dilakukan pembahasan dengan lintas OPD terkait persiapan penyalurannya kapan, dan seperti apa,” ujar Kepala DKP Bolmong, I Nyoman Sukra.

Untuk penyaluran tahap empat ini kata Sukra, akan di koordinasikan dengan pimpinan, di perkirakan akan didistribusikan pada pekan depan. Bansos tahap empat ini merupakan jatah untuk bulan Juli.

“Kami akan koordinasikan dengan pimpinan, apakah penyalurannya akan dilakukan oleh Ibu Bupati atau seperti apa. Kami berupaya untuk penyalurannya sesegera mungkin,” tambah Sukra.

Perlu diketahui, bahwa sebelumnya Pemkab Bolmong melakukan penyesuaian besaran bantuan mengikuti nilai Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diterapkan pemerintah pusat. Penyesuaian tersebut pun berdampak juga pada besaran bantuan bahan pangan yang ditangani oleh APBD Bolmong tahun 2020.

Pemkab Bolmong telah melakukan penataan anggaran dengan menyesuaikan bantuan yang diberikan pemerintah pusat sebesar Rp600.000 selama 9 bulan. Awalnya, Pemkab Bolmong telah menata besaran bantuan bahan pangan ini menyesuaikan dengan pusat sebesar Rp600.000, seperti BLT dan BST. Itu dilakukan guna keadilan bagi seluruh penerima.

Oleh karena itu penerima lainnya seperti BPNT di subsidi oleh Pemkab Bolmong, agar besarannya sama. Tapi untuk tahap empat ini sudah berubah, dan telah di sesuaikan. Dengan perubahan besaran tersebut, maka berdampak juga pada anggaran yang difokuskan untuk bantuan pangan.

Pemkab Bolmong pun berinisiatif untuk menambah jumlah penerima. Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bolmong, Abdul Haris Bambela. “Ada 800 KK tambahan usulan desa-desa. Penambahan 800 KK ini adalah masyarakat tidak mampu yang blum terakomodir sama sekali bantuan. Nantinya, mereka akan diakomodir mulai dari penyaluran tahap empat hingga bulan Desember nanti,” ungkap Haris.

Dengan bertambahnya 800 KK tersebut, total penerima bantuan telah mencapai angka 9170 KK. Sementara, untuk proses penyaluran tahap IV ini masih akan dilakukan pemantapan oleh lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Sebelum penambahan 800 KK, jumlah penerima itu sebesar 8370 KK. Setelah ditambah menjadi 9170 KK. Untuk penyalurannya, kita targetkan pada akhir bulan Agustus ini. Apalagi, untuk bantuan tahap tiga juga kan baru disalurkan,” pungkas Bambela.