BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Perikanan, memberikan paket bantuan sarana prasarana perikanan tangkap bagi nelayan.

Bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 itu, diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bolmong, Yanny Ronny Tuuk, di Desa Maelang Kecamatan Sangtombolang, pada Rabu (30/12/2020).

Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan, bahwa bantuan ini sebagai wujud kepedulian Pemkab Bolmong di sektor perikanan, juga sebagai tindaklanjut dalam upaya mendukung visi dan misi pembangunan Kabupaten Bolmong.

“Guna mendorong, meningkatkan dan memaksimalkan produksi perikanan tangkap, maka Pemkab terus memberikan perhatian khusus, dengan memberikan paket bantuan sarana prasarana perikanan tangkap kepada masyarakat nelayan,” ujar Yanny.

Hal ini kata Wakil Bupati, dikarenakan masyarakat nelayan yang ada, telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan di sektor perikanan tangkap, serta bagi pembangunan ekonomi masyarakat pesisir dan perdesaan.

“Secara faktual, nelayan di kabupaten bolaang mongondow masih tergolong masyarakat kurang mampu, serta sarana dan prasarana, maupun akses pendanaan dan pembiayaannya sangat terbatas. Sehingga para nelayan sangat membutuhkan berbagai bantuan dan fasilitas dari pemerintah, guna meningkatkan pendapatan nelayan itu sendiri,” kata Tuuk.

Yanny berharap, dengan diserahkannya paket bantuan sarana prasarana perikanan tangkap pada hari ini, kelompok nelayan penerima bantuan agar mempergunakan dan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, karena bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah serta sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat nelayan.

“Paket bantuan sarana prasarana perikanan tangkap yang diterima oleh kelompok adalah milik bersama dan dimanfaatkan juga secara bersama-sama, bukan dimanfaatkan dan dipergunakan oleh perorangan atau pribadi,” harap Yanny.

Wakil Bupati meminta kepada para nelayan penerima bantuan, agar lakukanlah penangkapan ikan dengan perilaku yang ramah lingkungan. “Tidak menggunakan bom ikan, karena perilaku ini berakibat pada kerusakan lingkungan laut dan matinya biota laut, serta dapat menyengsarakan dan merugikan anak cucu kita di masa yang akan datang,” pungkas Yanny.