BAGIKAN

BOLMONG – Kasus pencabulan kepada anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah kandung kembali terjadi di salah satu desa di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kali ini terjadi di desa yang berbeda, namun masih berada di wilayah yang sama, yakni di┬áKecamatan Lolak.

Kejadian ini sebagai mana disampaikan oleh kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bolmong, Farida Mooduto, Kamis (24/06/2020). Ia mengatakan bahwa DP3A Bolmong ikut mengawal kasus ini.

“Kasus cabul ini pelakunya adalah ayah kandung inisial RM, dan saat sekarang sudah di tahan di kantor kepolisian Polsek Lolak. Korban sebut saja Kembang (nama samaran) usia 13 Tahun,” kata Farida.

Ia berharap, semua kasus yang berkaitan dengan cabul, apalagi yang dilakukan oleh orang yang seharusnya melindungi dan memberikan teladan, tapi justru merusak masa depan anaknya sendiri, bisa mendapat hukuman yang setimpal.

Farida juga berjanji akan akan melakukan pendampingan semua kasus yang terjadi hingga diproses persidangan, bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), P2TP2A. “Korban juga akan didampingi psikolog untuk pemulihan dari trauma kasus yang mereka alami,” ungkapnya.

Diketahui, Lelaki berinisial RM dilaporkan oleh kakak dari nenek kandung korban ke Polsek Lolak setelah mendengar pengakuan dari ibu kandung Kembang. Dalam laporan bernomor LP/69/VI/2020/Res.Blmg/Sek.Lolak, RM dilaporkan atas perbuatan cabul pada anak kandungnya sendiri.

Adapun kronologis kejadian yang mengguncang kondisi kejiwaan Kembang itu, dilakukan sang ayah bejat ini hingga dua kali. Mirisnya, pada aksi yang kedua, RM di duga mencabuli Kembang di kamar tidur tepat di samping ibu korban yang sudah terlelap.

Dalam laporannya, Kembang menceritakan kejadian pertama terjadi pada bulan Februari 2020 lalu sekitar pukul 22.30 Wita. Saat itu, Kembang sedang duduk di dalam rumah sambil bermain smartphone. Tiba-tiba, dari arah belakang, RM muncul dan langsung merangkul Kembang, dan menarik kedua tangannya hingga menyentuh payudaranya. Spontan dan kaget, Kembang mencoba melepaskan diri dari rangkulan ayahnya itu, dan beruntung bisa terlepas. Aksi RM pun terhenti dan langsung keluar ruangan.

Berbeda dengan peristiwa kedua yang terjadi masih di bulan yang sama. Kala itu, Kembang tengah berbaring tidur di kamar bersama dengan kedua orang tuanya, dan posisi tidur Kembang berada di sebelah kanan ibunya yang berada di tengah tempat tidur, sementara ayahnya berada di sebelah kiri.

“Tiba-tiba saya merasakan tangan ayah masuk ke dalam celananya, dan memegang kemaluan saya. Kemudian saya langsung menarik tangan ayah saya keluar,” beber Kembang.

Ia mengaku, merasakan sakit pada kemaluannya saat itu. Gadis lugu itu kemudian keluar menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil. Sekembalinya dari kamar mandi itulah, Kembang tak percaya apa yang dilihatnya. Sang ayah, sudah memegang kemaluannya dan memperlihatkan kepada dirinya tanpa ada rasa malu. Tak hanya itu saja, RM dengan tidak ada malunya memberikan sebuah kode erotis dengan cara menghisap jarinya sendiri.

“Saya menolak permintaan ayah dengan berkata pelan, sambil menggeleng-gelengkan kepala. Setelah itu, saya langsung tidur berselimut kain, dan tidak merasakan apapun hingga pagi hari,” tuturnya.

Perbuatan bejat sang ayah ini akhirnya ketahuan setelah pada sekitar bulan Mei 2020 pukul 16.00 Wita, ibu korban datang ke rumah kakak dari nenek Kembang, dan menceritakan perbuatan suaminya itu, hingga dilaporkan ke polisi.