BOLMONG – Kementerian Pertanian RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran tertinggi Pupuk Bersubsidi sektor Pertanian tahun anggaran 2020.

Berdasarkan peraturan Menteri Pertanian  yang diterbitkan pada Tanggal 2 Januari tersebut, agar segera ditindaklanjuti dengan alokasi per kabupaten/kota dan kecamatan secara berjenjang melalui surat keputusan sesuai ketentuan.

Untuk Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) jatah kuota pupuk bersubsidi pada tahun ini, ada ketambahan. Dari data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Bolmong, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Pertanian Bolmong, Remon Ratu, melalui kepala bidang Prasarana dan Sarana, Bacharuddin Marto mengatakan, untuk tahun 2020 ini Bolmong mendapatkan jatah kuota pupuk bersubsidi lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun jenis pupuk bersubsidi masing-masing adalah pupuk Urea, SP, NPK, ZA dan pupuk Organik.

“Untuk jenis pupuk Urea 11.104 ton, pupuk SP 36.153 ton, NPK 6.740 ton dan pupuk ZA 1.224 ton, serta pupuk organik 1.500 ton,” ungkap Marto.

Marto mengatakan, bahwa ada kenaikan pupuk bersubsidi di tahun ini. Ia mencontohkan seperti jenis pupuk urea. Yang pada tahun lalu hanya mendapat kuota 7500 ton. Sementara untuk tahun ini naik sampai 11104 ton. Kenaikan tersebut berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK, yang di input oleh Dinas Pertanian.

“Kenaikan pupuk bersubsidi sesuai dengan e-RDKK sebanyak 20.000 ribu yang sudah kita input. Sementara target kita 60.000 e-RDKK. Memang ada sedikit kendala saat penginputan, yang harus menggunakan NIK e-KTP,” tutur Marto.

Ia menjelaskan, kendalanya dilapangan, yaitu pada saat petani dimintakan untuk memasukkan NIK, para petani ini selalu berpikiran bahwa ada nuansa politik.

“Jadi, ketika kita mintakan e-KTP untuk keperluan NIK, para petani enggan memberikan. Karena mereka beranggapan, e-KTP tersebut takutnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” beber Marto.

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya sedang mengupayakan untuk memenuhi target 60.000 e-RDKK. “Kami akan berupaya terus. Karena Bolmong sudah siap untuk sampai 60.000 ribu e-RDKK,” pungkasnya.