BAGIKAN

BOLMONG – Ditengah mewabahnya virus corona, bahan pokok jenis gula pasir di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengalami kenaikan. Dari pantauan di ritel-ritel moderen maupun kios-kios, harga jual gula pasir naik cukup signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Bolmong, Tony Toligaga menyampaikan, bahwa gula pasir merupakan salah satu komoditi yang mengalami kenaikan harga. Namun, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kenaikan tersebut.

“Iya, harga gula pasir saat sekarang mengalami kenaikan, dengan harga perkilonya Rp 18.000, sampai dengan paling tinggi Rp 20.000 ribu. Harga tersebut naik cukup signifikan, jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yaitu Rp 12.000 sampai 13.000 ribu,” ungkap Tonny, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, saat ini harga beberapa bahan pokok di pasar cukup fluktuatif. Namun pihaknya akan berusaha agar tidak ada kelangkaan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat ditengah mewabahnya Covid-19 ini.

“Konsen kita saat ini adalah mengupayakan agar tidak ada kelangkaan bahan pokok dan barang lainnya yang dibutuhkan di situasi seperti ini,” kata Tonny.

Untuk mengantisipasi kelangkaan maupaun lonjakkan harga, Tonny mengungkapkan telah menyurat secara resmi ke pihak Bulog, terkait ketersedian stok gula pasir. “Intinya kita akan terus berupaya, apa yang akan dilakukan kedepan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain gula pasir harga cabai dan bawang merah juga tidak menetap. Namun jika dilihat, harga cabai dan bawang merah dalam minggu ini, masih stabil. “Saat ini, harga bawang merah dan cabai belum ada kenaikan bila dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya,” tambah Tonny.