BAGIKAN

BOLMONG – Gas Elpiji 3 kg mengalami kelangkaan. Dari pantauan dilapangan, masyarakat sangat sulit mendapatkan tabung gas melon tersebut. Menyikapi kelangkaan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) langsung mengambil langkah cepat, dengan menggandeng pihak PT Pertamina.

Pemkab Bolmong melalui Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bolmong, Rabu (22/07) kemarin, menggelar pertemuan dengan mengundang Sales Branch Manager PT Pertamina wilayah III SulutGo, Abisatya Y Pradita, untuk membahas kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut.

Kepala Dinas Perdangangan dan ESDM, Tony Toligaga, ketika dihubungi, Kamis (23/07/2020) meyampaikan, bahwa pertemuan tersebut merupakan rapat koordinasi untuk membahas penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg. Dalam rapat tersebut, pihaknya mendapati ternyata kuota gas elpiji 3 kg di Bolmong, cukup tersedia.

Menurutnya, jika pada situasi tertentu kebutuhan masyarakat meningkat, maka PT Pertamina siap membantu memenuhi kuota kebutuhan dimaksud berdasarkan permintaan Pemkab Bolmong.

Tony mengungkapkan pihaknya juga bekerja sama dengan PT Pertamina akan menindak tegas para agen nakal yang coba-coba melakukan praktek distribusi yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pemkab dan PT Pertamina akan memberikan sanksi tegas kepada para agen, jika terbukti melakukan praktek distribusi tidak sesuai aturan yang berlaku. Antara lain mendistribusikan di luar wilayah kerjanya, yang memicu beredarnya elpiji 3 kg di kios-kios dan warung, kemudian dijual jauh lebih tinggi di atas HET, yaitu Rp 18 ribu per tabung,” ujar Tony.

Selain itu kata Tony, PT Pertamina juga meminta kami bekerjasama dalam pengawasan distribusi elpiji 3 kg di wilayah Bolmong. Pertamina akan bersama-sama dengan Pemkab Bolmong dalam memenuhi kebutuhan elpiji 3 kg (bersubsidi) kepada masyarakat yang berhak menerima, yakni masyarakat miskin, rentan miskin/kurang mampu, dan pelaku usaha mikro/nilai aset kurang dari Rp 50 juta.

Diketahui, pekan lalu Dinas Perdagangan dan ESDM mengundang rapat tiga agen resmi penyalur elpiji 3 kg yang melayani pangkalan elpiji di wilayah Bolmong. Ketiga agen tersebut yakni PT Fralin Prima, PT Nita Karya Gas dan PT Berkat Maria Mandiri.

Rapat tersebut terkait evaluasi distribusi dan pengawasan penyaluran gas elpiji 3 kg, dengan menelusuri permasalahan sering terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi di masyarakat yang berhak menerima, dan menelusuri hasil temuan terkait sumber beredarnya tabung-tabung gas 3 kg di kios-kios dan warung, yang dijual dengan harga di atas HET.