BOLMONG – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melaksanakan pengkaderan Baitul Arqam Dasar (BAD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Lolak. Kegiatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lolak itu, berlangsung selama 3 hari dan di ikuti oleh peserta sebanyak 50 orang pemuda dari berbagai Kecamatan.

Selama BAD berlangsung, para peserta ini mengikuti materi tentang hakekat Islam, ibadah praktis, pemuda dan partisipasi dalam demokrasi, sejarah peradaban Islam, kepemimpinan dan manejemen organisasi, pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahada, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dan paradigma gerakan pemuda Muhammadiyah, serta dinamika politik umat Islam.

Setelah berlangsung selama 3 hari, akhirnya Baitul Arqam Dasar angkatan ke 2 ditutup secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Utara (Sulut), Sudarwin Yusuf Tompunu, S.IP, pada Minggu (08/11/2020).

Dalam sambutannya, Sudarwin mengatakan, bahwa PDPM Bolaang Mongondow adalah PDPM yang paling aktif melakukan pengkaderan di Sulut, sedangkan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Lolak, merupakan PCPM yang paling rutin dan aktif melakukan kegiatan kajian.

Didepan peserta yang telah dinyatakan lulus, Ketua PWPM Sulut ini, memberikan motivasi bahwa menjadi kader Pemuda Muhammadiyah itu tidaklah gampang, dia harus melewati jenjang pengkaderan yang sudah diatur oleh Muhammadiyah.

“Hari ini saya bangga melihat kalian (peserta BAD) bertahan sampai pada hari terakhir kegiatan. Saya ucapkan selamat bergabung di Pemuda Muhammadiyah. Menjadi kader Muhammadiyah itu tidaklah mudah, kalian harus mengikuti jenjang pengkaderannya yang berhari-hari agar dapat dinyatakan lulus dan menjadi anggota Pemuda Muhammadiyah,” tutur Awin, sapaan akrab.

Sementara itu, Ketua PDPM Bolaang Mongondow, Ahmad Safrun Mokoagow, S.Pd, M.AP dalam penyampaiannya, mengatakan, bahwa kader Muhammadiyah itu merupakan kader dakwah dan pejuang.

“Kalau ada kader Muhammadiyah, khususnya pemuda yang mengikuti training-training Muhammadiyah hanya dengan niat ingin mencapai tujuan pribadinya, maka kekaderannya perlu dipertanyakan. Karena Muhammadiyah ini tempatnya kita berkhidmat kepada Allah SWT,” ungkap Safrun.

Diketahui, jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan BAD tersebut, awalnya berjumlah 50 orang dan diakhir kegiatan, peserta yang dinyatakan lulus adalah 47 orang dan yang tidak lulus 3 orang.