BOLMONG – Selain meninjau proyek pembangunan Bendungan Lolak yang terletak di Desa Pindol, Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumuhan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo, Rabu (01/07/2020), Wamen juga meninjau proyek rehabilitasi bangunan SDN Pindol di Kecamatan Lolak.

Dalam kunjungannya di SDN Pindol, Wakil Menteri didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang, dan kepala Dinas Pendidikan, Renti Mokoginta.

Wamen Jhon Wempi Wetipo, menyampaikan, untuk Kabupaten Bolmong ada dua sekolah yang masuk program rehabiitasi. Masing-masing adalah SDN Pindol dan SDN Solog.

Wempi berharap, Jika bangunannya sudah selesai, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena generasi mendatang harus lebih pintar, karena fasilitasnya sudah lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Renti Mokoginta, menyampaikan, bahwa proyek rehabilitasi SDN Pindol tersebut merupakan program Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya.

Untuk pengadaan Mobilernya kata Renti, dari Pemkab Bolmong yang adakan, kecuali pembangunan fisik yang di perkirakan selesai pada akhir bulan Agustus. “Insya Allah pembagunannya akan selesai akhir bulan Agustus depan,” imbuhnya.

Selain itu, Kadis Pendidikan juga pada kesempatan itu, mengusulkan kepada pihak Kementerian PUPR untuk pembangunan Sekolah di wilayah pelosok yang masuk dalam kategori sekolah daerah terpencil.

“Ada dua sekolah sudah diajukan tadi. Sekolah di Desa Pomoman dan Desa Kolingangaan. Untuk Desa Kolingangaan, gedungnya itu sudah memprihatinkan, masih terbuat dari papan,” ungkap Renti.

Usulan tersebut lanjut Renti, sudah di akomodir oleh Bidang Cipta Karya Kementerian PUPR. Ia berharap usulan dua sekolah ini nantinya akan diakomodir juga.

“Kita masih akan lakukan perbaikan kelengkapan data yang ada. Usulan ini sudah kami pelajari dengan melihat kondisi yang ada, itu memenuhi syarat untuk pembangunannya,” terang Renti.

Diketahui, bangunan SDN Pindol yang direhabilitasi oleh pihak kementerian adalah Perpustakaan, Musholah dan Tiga Ruang Kegiatan Belajar (RKB). Pembangunan tersebut menelan anggaran kurang lebih Rp 2 miliar yang bersumber dari APBN.