BOLMONG – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow, Senin 30 November 2020, mengikuti video conference (Vidcon) dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Vidcon tersebut terkait pemantauan tindaklanjut dan kerugian Negara Semester II Tahun Anggaran (TA) 2020, yang berlangsung di rumah dinas Bupati dan di ikuti oleh 15 Kabupaten/Kota se-Sulut serta Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Dalam kegiatan itu, Bupati Yasti didampingi oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Rio Lombone, yang juga sebagai Plt Kepala Inspektorat Bolmong bersama dengan jajarannya.

Ketua BPK RI, Karyadi, pada kesempatan itu memberikan penilain atas tindak lanjut yang dilakukan oleh Pemkab Bolmong sejak Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2005.

Menurutnya, Bupati Bolmong mempunyai semangat untuk menindaklanjuti temuan BPK. Namun, perangkat daerah yang belum optimal.

Sementara itu, Kepala BKD Bolmong, Rio Lombone, menyampaikan, bahwa temuan itu, terhitung mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2019. Namun tidak langsung ditindaklanjuti.

“Tindaklanjut temuan ini sudah lama, sejak 2005. Kenapa seperti itu, karena setiap menerima LHP BPK, tidak langsung ditindaklanjuti,” ungkap dia.

Rio mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah menargetkan akan secepatnya menyelesaikan tindaklanjut temuan BPK ini. “Kami targetkan selesai hingga 70 persen. Asumsi kami seperti itu,” pungkasnya.